KI, KD, DAN SILABUS SUB MAPEL TARIKH – KEMUHAMMADIYAHAN KURIKUMUM 2013

Berikut kami sampaikan KI KD dan Silabus Sub Mapel Tarikh Kemuhamamdiyahan Kurikulum 2013. Silakan bisa didownload Gratis! semoga bermanfaat!

1. KI KD TARIKH KEMUHAMMADIYAHAN KELAS XII

https://drive.google.com/open?id=1BNXWQ4SYvSge54bwn_e–SQuCruaPpbd

2. KI KD TARIKH KEMUHAMMADIYAHAN KELAS XI

https://drive.google.com/open?id=1Wu6ydKPk0-p1-0SweT5ASkBT8QMchP_H

3. SILABUS TARIKH KELAS XI

https://drive.google.com/open?id=1DN3ECK26EJJxBE30m_p9OiWrpNKiqIHG

4. SILABUS KEMUHAMMADIYAHAN KELAS XII

https://drive.google.com/open?id=1uxXr3sw4_huMjGw5npZz-ahPSg_C7R6H

5. SILABUS TARIKH KELAS XII

https://drive.google.com/open?id=1bxfK5uKR09Hn7IZX-_l3coHu-vvAvBb5

6. SILABUS KEMUHMUHAMMADIYAHAN KELAS XI

https://drive.google.com/open?id=1JCp0KwqvnRwD0XPo3x07GKTWhVGyl36h

Kepada Yth : Bpk Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI)

Kami adalah Guru Tidak Tetap dan Guru Tetap Yayasan atau Guru Swasta di Seluruh Indonesia….

Terima Kasih Pak Presiden,Kebijakan Bapak Menaikan Tunjangan Hari Raya(THR) dan Gaji Ke 13 Sangatlah Tepat Sasaran dan Hal Tersebut Merupakan Kebahagian Tersendiri Bagi Mereka (PNS),
Jika d Lihat Dari Pengabdian Mereka,Maka Pantaslah Hal Tersebut Menjadi Pertimbangan Bpk Untuk Menaikannya.

Pak Presiden, Namun di sela-sela Kebahagian Atas Kebijakan Bapak, Terseliplah Duka Yang Mendalam Bagi Kami Para Guru Swasta (GTT dan GTY), Betapa Tidak Jangankan THR Gaji Kami Saja Yang Udah Bertahun2 Masih Jalan di Tempat Berbanding Terbalik Dengan Para Guru Lain Yang Hanya di Bedakan Dengan Jabatan Sebagai PNS,Ya Karena Jabatanlah Yang Membedakan Antara Kami(GTT/GTY) dan Mereka(PNS),Masa Kerja Banyak Yang d Antara Kami Para Honorer Yang Lebih Lama Begitupun Dengan Beban Kerja Banyak d Antara Kami Para Honorer Yang Lebih Banyak Ketimbang Mereka,Kami Sama2 Bekerja,Kami Sama2 Mengabdi untuk negeri dg mendidik anak bangsa yang bahkan terkadang hasil sortir terendah yang harus kami didik. Kami Sama2 Menjalankan Amanah Sebagai Guru Profesional walaupun dengan Banyak Keterbatasan.

Pak Presiden, Tidakah Bapak Memikirkan Kami Para GTT/GTY Untuk Bagaimana Caranya Kehidupan Kami Juga Bisa Merasakan Kesejahteraan Sebagai Guru, semacam THR dan Gaji ke 13 yang didasarkan pada kualifikasi yang telah dilaksanakan oleh negara yakni Sertifikasi … Beratkah,Ribetkah Atau Sangat Sulitkah Hal Tersebut Bisa di Realisasikan,Cobalah Pak ? Kami Sangat Berharap d Era Kepemimpinan Bapak Ada Keajaiban Bagi Kami Para GTT/GTY, Menaikan Harga BBM Diam2 Saja Bapak Bisa Masa… Menaikan Gaji Kami Para GTT/GTY Secara Terang2an Ga Bisa,BAPAK KAN PRESIDEN???..

Pak Presiden,Tidak Banyak Yang Ingin Saya Sampaikan Karena Ini Hanya Sebagian Unek2 Saya dan Kawan2 Saya Toh Saya Rasa Bapak Gak akan Tau Betapa Sulit dan Berat Beban Menjadi Seorang GTT/GTY di Era Milenial ini,Bagi Kami Rakyat Kalangan Bawah Yang Hidup di Daerah Perkampungan Bukan Jalan Tol Yang Sedang Bapak Bangun Yang Tiap Hari Akan Kami Lewati, Bukan Beras Hasil Impor dari Luar Pun Dengan Harganya Yang Akan Kami Makan Tiap Hari, Tapi Kemurahan Hati Bapak Untuk Merasakan Kehidupan Kami Sebagai Masyarakat Kalangan Bawah, Dengan Harga Bahan Pokok Yang Murah,Kesejahteraan Kami Yang Terjamin dg Harga BBM Yang Stabil Agar Kami Bisa Bekerja Dengan Penuh Suka Cita.

Mudah2an Bapak Mendengar, Melihat,dan Merasakan Keluh Kesah Kami Para GTT/GTY Seperti halnya Bapak Selalu Mempertimbangkan Mereka2 Yang selalu Berdemo di Jalanan Dengan Tujuan dan Keinginan Yang Sama Mengenai Kesejahteraan Para Pegawai..

Pak Presiden…. Akhirnya kami hanya bisa berdoa semoga Gusti Alloh (Tuhan Yg Maha Kuasa) memberikan kekuatan & keberanian kpd Bpk untuk mendengar & mengabulkan permohonan kami…

Salam & Hormat Kami GTT/GTY Di Seluruh Indonesia…

(Tertanda Syamsul Arifin, Malang Jawa Timur)

Bantu viralkan di medsos masing2…
WA/ISNTAGRAM/BLOGG/WEBB dll

ISLAM DALAM PERSPEKTIF KEINDONESIAAN

Penulis: Zaenal Arifin

Islam adalah agama yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah, yang bersumber pada Al Qur’an dan Sunnah menjadikan Islam sebagai agama yang tidak hanya tektual ketuhanan tetapi juga kontekstual kemanusiaan. Simpul singkatnya Islam adalah agama yang sempurna. elah

Dua sumber utama islam (al Qur’an dan Sunnah) merupakan nash yang multitafsir, setiap individu mempunyai hak untuk memahami islam sesuai dengan kemampuannya, sesuai dengan pengetahuannya termasuk sesuai dengan latar belakang sosio kulturnya.

Pasca wafatnya Rasulullah Muhamamad SAW, benih-benih perbedaan sudah mulai muncul, kita bisa mendalami dan membedakan perbedaan pendapat pada masa Rasulullah Muhamamad dengan perbedaan setelah wafatnya beliau. Pada zaman beliau perbedaan pendapat langsung bisa diselesaikan saat itu juga, karena memang Rasulullah menjadi sumber pencerahan masih ada, sedangkan setelah wafatnya beliau perbedaan muncul dari masalah pengganti beliau sebagai khalifah sampai pada masalah pemahaman keIslamannya.

Kalau kita mengkaji Islam Indonesia akan ditemukan beragam pemahaman dan pengaktualisasiannya. Dilihat dari latar belakang geografis, kita akan menemui Islam dijawa yang tidak bisa dilepaskan dari peran dakwah wali songo, Islam di Sumatera yang lebih terpengaruh Islam melayu, Islam dikalimantan, Islam di Sulawesi dan Islam di Maluku, masing mempunyai ciri khusus yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Bisa dilihat juga dari seni bangunan masjid, makam para warga muslim, memiliki perbedaan dengan daerah lain.

Dalam pemahaman keagamaannya juga multi pemahaman, di Indonesia termasuk negara yang banyak melahirkan pemahaman keagamaan, mulai dari pemahaman masyarakat beragama Islam yang terpengaruh oleh Hindu, yang bisa diwakilkan kepada Nahdhatul Ulama (NU), sampai pemahaman keagamaan modern khas Muhammadiyah yang terpengaruh oleh pembaharuan Islam di timur tengah. kemudian ada Nahdhatul Wathan (NW), Masyumi, Persis, Perti, Al Washliyah dan kelompok-kelompok kecil yang berwujud Thariqat.

Dari banyak pemahaman tersebut berakibat pada banyaknya perspektif dalam berIslam, termasuk dalam pokok persoalan aqidah, ibadah dan mu’amalah duniawiyah. Tidak sedikit perbedaan ini menimbulkan perselisihan yang tajam diarus bawah dalam masalah bid’ah dan syirik. Padahal dua hal tersebut bagian terpenting dari Islam yaitu aqidah. Maka seharusnya para pemimpin Organanisasi Islam memberikan pemahaman yang utuh dan menanggalkan rasa gengsi demi terwujud Islam dalam persepektif tunggal.

 

BERBURU AMPUNAN DIBULAN RAMADHAN

Terlintas dibenakku tentang mati, yaa… kematian yang akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa. Betapapun hebatnya kita akan tanpa daya menolak malaikat izroil mendekati kita. Terus apa yang kita lakukan tatkala terlintas kematian? yang kita lakukan adalah taat kepada Allah, menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Terus bagaimana caranya?

Bulan Ramadhan menjadi jalan lapang yang harus dimaksimalkan. Bulan yang penuh rahmat, maghfiroh dan barokah ini menjadi tempat manusia mencharge diri dalam mengarungi kehidupan 11 bulan mendatang. Gambaran yang patut kita renungkan terdapat dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh at Tirmidzi:

Capture19

“Wahai Rasulullah! Engkau telah mengucapkan amîn”. Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata: “Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan lalu tidak diampuni”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata: “Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata: “Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amîn”

Apa jadinya kalau kita termasuk orang yang celaka, padahal syarat sebagai orang muslim sudah terpenuhi. Puasa, shalat di jalankan akan tetapi tidak bisa mendapatkan hikmah dari amalan ibadah tersebut.

Maka hendaklah kita tidak henti-hentinya untuk selalu melakukan muhasabah, supaya kulalitas diri kita semakin baik dan menjadi insan yang bertaqwa.