TABAYYUN INFORMASI 

Indonesia darurat hoax! Saat ini Pergerakan informasi tidak bisa dihentikan, muncul bak jamur dimusim penghujan yang menghilangkan privasi tiap sisi kehidupan. Liarnya informasi saat ini benar-benar Menelanjangi zaman yang berdampak pada perjalanan sejarah manusia, dapat berdampak baik maupun buruk, siapa pemegang informasi dialah yang kuasa. Sisi baik maupun buruk informasi harus benar-benar ada dalam pikiran kita, sebagai bentuk antisipasi dan mawasdiri kita sebagai pelaku kehidupan, sehingga informasi benar-benar menjadi sumber inspirasi untuk kelanjutan hidup yang berkualitas.

Informasi yang kita terima merupakan kenyataan yang tanpa bisa dicegah, siap tidak siap informasi itu tetap akan sampai pada kita. Akhir – akhir ini pemberitaan liar sungguh memprihatinkan, informasi bertubi-tubi menjadi konsumsi masyarakat bebas. Informasi tidak memandang strata sosial, latar belakang pendidikan dan status yang di sandang manusia. Oleh karena itu sebagai warga masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap informasi yang berkualitas dan profesional maka kita harus memulaiMembudayakan tabayyun informasi sebagai bentuk seruan untuk membiasakan konfirmasi terhadap informasi yang belum tentu kebenarannya. Informasi bisa diartikan luas, setiap pesan yang kita terima juga termasuk informasi, begitu juga interaksi antara guru dan siswa merupakan salah satu transfer informasi pula.

Pentingnya budaya tabayyun informasi di sekolah

Dalam ranah ilmu pengetahuan informasi merupakan area abu-abu yang membutuhkan tabayyun atau konfirmasi kepada yang menyampaikan. Dalam pandangan penulis yang juga seorang guru, mempunyai keyakinan bahwa guru bukan manusia sempurna tanpa kurang atau cela, dan sebaliknya siswa bukan manusia bodoh yang hanya diisi asumsi kebenaran dari guru. Guru bukan pencipta kebenaran yang absolut, tetapi guru hanya sebagai motivator dan fasilitator yang memberikan stimulan kepada siswa untuk melakukan penggalian dan memperdalam informasi, karena Ilmu pengetahuan adalah pencarian dari banyak sumber. Memberikan kesempatan siswa untuk melakukan pencarian adalah awal dari membentuk pola pikir yang terbuka. Pola pikir yang terbuka akan memperkaya pengetahuan sehingga memberikan pemahaman tentang toleransi yang kuat. Usia sekolah merupakan tempat pencarian, dari sisi materi maupun immateri. Memberikan peluang untuk berekspresi merupakan sisi memahamkan siswa untuk memahami perbedaan, karena dalam kehidupan nyata mereka akan benar-benar mengerti bahwa manusia adalah makhluk sosial. Dan pada akhirnya sekolah memang diharapkan untuk memberikan dan Membudayakan tabayyun informasi, sebagai kontribusi membentuk pemahaman toleransi dan menangkal radikalisme sempit yang mulai menjangkiti generasi Indonesia.

Konfirmasi merupakan cara untuk mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Membudayakan konfirmasi sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihentikan, dalam rangka membentuk jiwa yang sabar dan selalu berpikir positif dan terbuka.

KARAKTERISTIK KEKUASAAN (Pandangan Ibnu Khaldun) 

Banyak teori kekuasaan yang pernah ditulis dari zaman pra islam maupun pasca kedatangan islam, bahkan filosof Yunani kuno Plato karyanya menjadi diskursus dalam politik kekuasaan. Setelah kedatangan islam ada Ibnu rusyd, Ibnu sina, Ibnu Khaldun sampai ilmuan politik modern nicolo machiavelli. Pada tulisan ini kami akan memberikan buah pemikiran Ibnu Khaldun tentang kekuasaan, dari sisi setting sejarah Ibnu Khaldun merupakan ilmuan sosial yang karyanya kini diakui oleh Barat. Hidup pada masa Dinasti Umayyah di andalusi periode kemunduran, karena semasa hidupnya beliau tidak lagi menikmati kegemilangan islam andalusia yang sangat ditakuti Kristen Eropa. Beliau lahir di afrika sebagai ahli farmasi pada masa periode kemunduran islam (menurut periodeisasi perkembangan Sejarah islam) dan karakter karya – karyanya tidak lepas dari sosio kultural dan demografi Afrika. Sosiolog muslim ini menghasilkan karya yang fenomenal dan berkemajuan, buah pikirnya bisa kita nikmati hingga sekarang melalui karya yang berjudul Muqoddimah.

Dalam bab 3 pasal 10,11 dan 12 Ibnu Khaldun secara gamblang menjelaskan karakteristik dasar kekuasaan, yang bisa kita gunakan sebagai pisau analisis dalam membaca perkembangan kekuasaan dari tingkat paling kecil sampai urusan Negara pada masa modern. Berikut ini akan saya sampaikan pemikirannya Tentang karakteristik dasar kekuasaan Ibnu Khaldun ada 3 fase:

1. Menikmati kebesaran dengan persatuan

Kekuasaan dapat berdiri tegak dengan fanatisme. Suatu fanatisme dapat terbentuk dari beberapa fanatisme, dimana satu diantaranya lebih kuat dari yang lain. Sehingga fanatisme yang lebih kuat dapat menguasai fanatisme yang lain dan mengendalikannya hingga semua fanatisme itu bersatu untuk menyatukan kekuatan dan meraih tujuan bersama. 

2. Hidup Mewah 

Ketika kekuasaan telah diraih maka Kekayaan dan kemakmuran akan mengikuti, sehingga mengakibatkan perubahan pola hidup dari perjuangan menjadi menikmati hasil perjuangan. Biasanya menikmati hasil perjuangan dengan hidup yang mewah. Kehidupan seperti ini mengikuti para pendahulu yang juga melakukan hal yang sama. 

3. Ketenangan dan ketentraman

Hal ini merupakan siklus akhir dari tiga fase karakteristik kekuasaan dasar menurut Ibnu Khaldun. Apabila perintisan, kemenangan, itu sudah tercapai maka yang ketiga karakter mulai muncul yaitu diam. Diam yang dimaksud disini yaitu kemenangan menjadi puncak dari perjuangan, setelah kemenangan diraih tidak lagi memikirkan perjuangan untuk mempertahankan kemenangan, Sehingga kekuasaan diambang kehancuran. Dalam bahasa Ibnu Khaldun yang ketiga ini disebut dengan ketentraman dan ketenangan. 

Tiga hal diatas termasuk sunatullah yang pasti dialami dalam kekuasaan. Kemudian yang perlu kita lakukan adalah memperpanjang kemenangan dan kejayaan yang diraih. Ketika semua komponen sudah kena virus “diam” maka solusi yang bisa di lakukan untuk bertahan adalah dengan merubah pola dengan memasukkan orang diluar kelompoknya untuk difungsikan mengisi tugas-tugas yang krusial, misalnya pasukan perang, ahli strategi, bahkan jadikan panglima perang. Karena biasanya “diam” itu akibat terlena dengan kemewahan. Dan ketika perbedaan Kemewahan dialami oleh internal kerajaan maka akan mengakibatkan perpecahan, perpecahan mengakibatkan melemahnya kekuasaan. Lemahnya kekuasaan berakhir kehancuran. Inilah struktur narasi dari pemikiran Ibnu Khaldun yang bisa kita ambil hikmahnya, untuk diterapkan dalam komunitas yang kita menjadi bagian didalamnya, baik dari tingkat paling bawah sampai yang tertinggi. Waallahu a’lam… 

TAHUN AJARAN BARU SIAP MENJADI GURU YANG MEMIKAT DAN MENYENANGKAN

Momen pertama yang berharga. Tahun ajaran baru segera tiba, guru, siswa dan insan pendidikan mempersiapkan diri menyambutnya. Evaluasi tahun sebelumnya menjadi keniscayaan kita untuk tahun ajaran baru yang berbeda, tanpa evaluasi kita tidak bisa melakukan perbaikan. Guru harus mempersiapkan seperangkat sistem pembelajaran terbaik dengan harapan memperoleh hasil yang terbaik pula. Melihat tantangan yang semakin liar menuntut kesungguhan dan komitmen kita sebagai pendidik, serta inovasi dan kreatifitas tanpa henti. Ungkapan populer “kesan pertama begitu menggoda” harus nenjadi pijakan kita dalam melangkah, terpatri dalam sanubari yang kokoh untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.

Hari pertama masuk sekolah adalah momen berharga, yang bisa menjadi momen menentukan langkah selanjutnya dalam proses pendidikan. Kesiapan fisik dan mental menjadi hal yang utama, karena guru akan menjadi sutradara dalam proses pembelajaran. Dalam mengemban tugas mulia seorang guru ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki, dan Kemampuan tersebut diantaranya :

1. Penampilan menarik

Guru membuat kesan menarik di pertemuan pertama. Berpenampilan adalah hal yang sangat penting diperhatikan, bukan saja agar diperhatikan oleh orang lain tetapi penampilan kita akan bernilai ibadah jika bisa membuat orang lain tersenyum dan bahagia. Begitu juga dengan guru, bukan dengan penampilan ala kadarnya dengan kondisi yang biasa saja. Dengan penampilan yang maksimal membuat diri kita lebih percaya diri. Pesona yang terpancar akan membuat pesona yang menarik bagi yang melihatnya, mendengar dan merasakan aroma wangi berasal dari tubuh kita. Dengan penampilan yang rapi, wangi akan menjadikan peserta didik dekat dengan kita dan dibarengi dengan tutur kata yang santun dan sopan, terpancarlah pesona dan wibawa seorang guru.

2. Menguasai kompetensi

Menurut UU No. 14 tahun 2005 seorang guru harus harus memiliki kompetensi yang berkaitan dengan tugasnya antara lain, kompetensi pedagogic, maksudnya adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kedua, kompetensi kepribadian, maksudnya adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Ketiga, kompetensi profesional, maksudnya adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Keempat, kompetensi sosial, maksudnya adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, serta orang tua /wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

3. Disiplin

Disiplin diartikan sebagai suatu rasa patuh dan taat yang muncul disebabkan adanya kesadaran serta dorongan yang terjadi dalam diri seseorang. Bagi Guru, disiplin waktu dalam mengajar adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa. Guru harus menjadi panutan dan tauladan bagi setiap muridnya, jadi dengan demikian setiap murid akan mempunyai motivasi untuk belajar lebih giat. Kedisiplinan guru akan memotivasi belajar siswa yang akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Demikian pula sebaliknya jika guru tidak disiplin akan berpengaruh pada hasil belajar siswanya. Untuk itu, disiplin guru dituntut untuk dalam hal waktu mengajar supaya tujuan yang diharapkan bisa dicapai dengan baik.

Maka dari itu diharapkan setiap guru mempunyai kemampuan seperti yang tersebut diatas untuk mendidik dan menyiapkan generasi yang lebih baik dari para pendahulunya. Generasi yang siap menghadapi tantangan zaman yang lebih liar dari yang kita hadapi saat ini. Selamat menyambut tahun ajaran baru 2017-2018.

MENYATUNYA VISI PENDIDIKAN DENGAN PENDIDIK 

Mengintegrasikan antara visi pendidikan dan pendidik menjadi solusi pendidikan. Ditengah pusaran arus globalisasi yang semakin liar, visi pendidikan menjadi kontrol dalam dunia pendidikan bahkan seluruh sisi kehidupan. Pendidikan integratif (umum dan agama) sudah lama didengungkan, landasan normatif dan operasional pun di buat, ada UU No. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas sampai kurikulum 2013 dan aturan-aturan di masing-masing satuan pendidikan. Kesemuanya itu merupakan ikhtiar dalam rangka menjadikan manusia Indonesia seutuhnya.

Dilihat dari model, masih segar dalam ingatan pemerintah menawarkan konsep full Day school sebagai solusi yang diharapkan mampu menyelesaikan persoalan pendidikan juga. Walau akhirnya pro dan kontra pun berkembang dimasyarakat dan batal terlaksana.

Kalau dilihat perjalanan sejarahnya, sejak saya sekolah mengalami beberapa perubahan dan inovasi dalam pendidikan. Mulai dari CBSA, KBK, KTSP dan Sekarang Kurtilas (kurikulum 2013) begitu Responsifnya Negara dalam meningkatkan kualitas pendidikan indonesia. Landasan yang ideal ini menjadi kontrol dari perjalanan pendidikan dari masa ke masa.

Dari semua Peraturan dan landasan tersebut menimbulkan persoalan baru, baik teknis maupun non teknis. Persoalan ini kurang diantisipasi pemerintah, sehingga muncul persepsi yang berbeda. Penyamaan visi pendidikan merupakan langkah awal yang harus dilakukan, pemahaman tentang membentuk manusia seutuhnya harus terpatri dalam hati, pikiran dan perbuatan pendidik.

Membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan adalah tujuan akhir pendidikan. kerja keras dan keteladanan menjadi keharusan, karena hanya dengan kerja keras, keteladanan dan menanamkan pembiasaan yang baik, disitulah letak karakter manusia utuh terwujud.

IMPLEMENTASI UU NO 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAH DAERAH DAN BANGKITNYA SEKOLAH MENENGAH SWASTA 

Sekolah swasta bangkit, implementasi UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah pada bulan oktober 2016 yang berlaku serentak diseluruh Indonesia memberikan harapan dan semangat baru sekolah menengah swasta diseluruh Kabupaten /kota untuk terus eksis. Karena ada beberapa Kabupaten /kota yang menerapkan kebijakan pendidikan gratis, termasuk di Kabupaten Sukoharjo. 

Pemerintah Kabupaten /kota yang menerapkan kebijakan pendidikan gratis membuat dilema sekolah menengah swasta, tersedotnya peserta didik baru ke sekolah negeri yang gratis membuat beberapa sekolah menengah swasta gulung tikar, sehingga dengan diimplemantasikan UU no 23 tahun 2014 tersebut dibeberapa daerah yang menerapkan kebijakan pendidikan gratis antara sekolah menengah negeri dengan sekolah menengah swasta tidak ada perbedaan lagi. 

Titik pokok UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. 

Menurut UU No 23 tahun 2014 pembagian urusan pemerintah bidang manajemen pendidikan yaitu, 

Pemerintah pusat

  1. Penetapan standar nasional pendidikan
  2. Pengelolaan pendidikan tinggi 

Pemerintah provinsi 

  1. Pengelolaan pendidikan menengah 
  2. Pengelolaan pendidikan khusus 

Pemerintah Kabupaten /kota 

  1. Pengelolaan pendidikan dasar Pengelolaan PAUD dan non formal 

Penjelasan UU tersebut sebagai pengatur pengelolaan pendidikan pada tiap jenjang pendidikan. 

Korelasi UU Tentang Pemerintah daerah dan bangkitnya sekolah menengah swasta di Sukoharjo 

Pendidikan gratis di Sukoharjo merupakan produk dari kebijakan politik kepala daerah, dalam rangka memenuhi janji kampanye, biasanya selain kesejahteraan dan kesehatan pendidikan menjadi isu atau materi kampanye yang seksi. Oleh karena itu penulis melihat bahwa pemahaman tentang pendidikan  kepala daerah tidak luas. Seakan-akan penyelenggara pendidikan hanya negara, padahal ada juga pendidikan yan diselenggarakan oleh masyarakat yang jumlahnya lebih banyak. 

Dengan diimplemantasikannya UU Tentang Pemerintah daerah tersebut, yang didalamnya mengatur pengelolaan pendidikan khususnya pendidikan menengah, yang sebelumnya dikelola oleh pemerintah Kabupaten /kota UU tersebut mengalihkan wewenang pengelolaan kepada pemerintah provinsi, hal inilah yang memicu riak-riak kecil di Kabupaten /kota termasuk di Sukoharjo. 

Menurut penulis kehadiran UU Tentang Pemerintah daerah tersebut menjadi pemutus rantai pendidikan gratis di Kabupaten Sukoharjo, khususnya sekolah menengah swasta. Karena pendidikan gratis ini ibarat menjadi tanaman parasit pada keberlanjutan pendidikan pada umumnya. Pengharapan mulai muncul kembali, bahkan geliat sekolah menengah swasta mulai ada dan masyarakat kan punya kembali kepada fitrahnya yaitu memberikan pendidikan terbaik dan berkualitas kepada anak-anaknya dengan sekolah menengah swasta sebagai pilihannya. 

Dampak Positif UU No 23 tahun 2014 Untuk SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo

SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo merupakan satu dari puluhan sekolah menengah swasta di Sukoharjo, tiga tahun terakhir ini SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo terkena dampak dari kebijakan pendidikan gratis dibuktikan dengan menurunnya jumlah siswa yang masuk, padahal kalau dilihat dari kualitas dan sarana prasarana sekolah ini merupakan yang terbaik di Sukoharjo bahkan menjadi sekolah unggulan di Jawa Tengah. Dengan diimplemantasikannya UU Tentang Pemerintah daerah pada bulan oktober 2016 grafik peningkatan peserta didik baru tahun pendidikan 2017-2018 mula terasa, prosentase peningkatan mencapai 20 – 30% dibanding tahun sebelumnya. Dan penulis simpulkan kehadiran dan diimplemantasikannya UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah sebagai pengharapan baru untuk eksistensi sekolah menengah swasta ddi Sukoharjo khususnya dan Indonesia pada umumnya. 

KEMINDERAN AKUT UMAT ISLAM INDONESIA

Akhir – akhir ini panggilan abu….(sering kita liat digrup medsos),  ana, antum, pergantian dari nama lahir yg di akte jadi nama Arab, dsb sangat masif dan mulai membudaya. Menurut saya, fenomena tersebut bisa ditafsirkan dua maksud. Pertama, terkait dengan pemahaman bahasa, seakan-akan dengan menggunakan bahasa Arab itu jd simbol keimanan seseorang, dan merasa lebih islam dari yg lain. Kedua, “minder ” virus ini disebagian umat islam indonesia telah akut. Dengan alasan, seakan-akan semua yang datang dari arab itu lebih islami dari kita. Saya sebut contohnya, sistem pemerintahan Arab Saudi adalah monarki, apakah sistem monarki itu di contohkan oleh Rasulullah Saw, sepengetahuan saya Rasulullah Saw mewariskan musyawarah dengan sistem khalifah bukan monarki turun temurun. Contoh berikutnya tidak semua penduduk Arab /Timur Tengah adalah islam, saya msih ingat ketika sadam husein masih menjabat presiden Irak, dia didampingi oleh wakil presiden yang bernama Thariq aziz yg beragama Kristen. Di Lebanon juga sama. Jadi berpegang teguh lah pada Al Qur’an dan hadits shohihah makbulah supaya tidak terjerumus pada isme2 yg ternyata bertentangan dengan islam.

Gagal Paham dalam meraih gelar Ustadz

Sekarang sebutan ustadz jg tidak sesakral dulu, Sekarang org yg sudah bisa mengucap ana, antum dan nama medsos nya diawali dg abu… Dipanggil ustadz, padahal dulu, sebutan ustadz itu sebuah pencarian yg luar biasa, pencarian keilmuan yg menyeluruh dari satu guru ke guru yg lain… 🙏