KLASIFIKASI ILMU MENURUT IBNU KHALDUN. 

Dalam Pandangannya mengenai materi pendidikan, ibnu khaldun telah mengklasifikasikan ilmu pengetahuan yang banyak dipelajari manusia menjadi dua macam yaitu:

1. Ilmuilmu tradisional (naqliyah) 

Ilmu naqliyah adalah yang bersumber dari al Qur’an dan hadits yang dalam hal ini peran akal hanyalah menghubungkan cabang permasalahan dengan cabang utama, karena informasi ilmu ini berdasarkan kepada otoritas syariat yang diambil dari al Qur’an dan hadits. Apapun yang termasuk kedalam ilmu – ilmu naqliyah itu antara lain: ilmu tafsir, ilmu qiraat, ilmu hadits, ilmu ushul fiqih, ilmu fiqih, ilmu kalam dan ilmu ta’bir mimpi. 

2. Ilmu – ilmu filsafat atau rasional (aqliyah

Ilmu ini bersifat alamin bagi manusia, yang diperolehnya melalui kemampuannya untuk berfikir. Ilmu ini dimiliki semua anggota masyarakat didunia, dan sudah ada sejak mula kehidupan peradaban umat manusia di dunia. Menurut ibnu khaldun ilmu – ilmu filsafat ini di bagi menjadi empat macam ilmu yaitu :

1. Ilmu logika

2. Ilmu fisika 

3. Ilmu metafisika

4. Ilmu matematika 

Setelah mengadakan Penelitian, maka ibnu khaldun membagi ilmu berdasarkan kepentingannya bagi anak didik menjadi empat macam, yang masing-masing bagian diletakkan berdasarkan kegunaan dan prioritas mempelajarinya. Empat macam pembagian itu adalah:

1. Ilmu agama (syariat), ya terdiri dari tafsir, hadits, fiqih dan ilmu kalam. 

2. Ilmu ‘aqliyah, yang terdiri dari ilmu kalam, (fisika), dan ilmu ketuhanan (metafisika). 

3. Ilmu alat yang membantu mempelajari ilmu agama (syariat), yang terdiri dari ilmu bahasa arab, ilmu hitung dan ilmu – ilmu lainnya yang membantu mempelajari agama. 

4. Ilmu alat yang membantu mempelajari ilmu filsafat, yaitu logika. 

Menurut ibnu khaldun, kedua kelompok ilmu yang pertama itu adalah ilmu pengetahuan yang dipelajari karena faidah dari ilmu itu sendiri. Sedangkan kedua ilmu pengetahuan yang terakhir (ilmu alat) adalah alat untuk mempelajari ilmu pengetahuan golongan pertama. 

GO MULTIPLE UNTUK KLONING APLIKASI ANDROID

Anda punya dua akun utk IM, capek utk login dan keluar utk terima pesan yg berbeda? Anda punya multi akun game, ingin semua online utk dapatkan pengalaman ganda? Anda punya 2 ponsel sim dan ingin jalankan 2 Whatsapp?
GO Multiple sekarang bisa penuhin impian anda!

GO Multiple dirancang utk pengguna yg login lebih dari 2 akun app dgn satu ponsel,sedangkan data dari akun utama dan akun kedua disimpan terpisah.

1. Satu app untuk semua pesan. Kami mendukung sebagian besar IM+. Akun ganda dapat bekerja sama pada satu perangkat, menghubungkan teman dan berbagi informasi paralel.

2. Pengalaman Ganda Game. Anda dapat membuka 2 akun game utk Google Play dan mendapatakan pengalaman utk 2 akun bersamaan waktu, Kami sekarang mendukung 99% dari game ngetop!

3. Beralih cepat antara interface.

4. Privasi dan keamanan.

FITUR Pembaruan UI, notifikasi jelas utk bantu anda cepat beralih dua akun. Fungsi paralel, penyimpanan terpisah, nol konflik! Konsumsi CPU yg kecil dan sedikit.

Download GO Multiple (Disini)

PANDANGAN IBNU KHALDUN TENTANG KEKUASAAN 

Istilah “al mulk” yang terdapat dalam kitab Muqaddimah dapat diintepretasikan sebagai gambaran perenungan ibnu khaldun tentang kondisi sosial politik di negara-negara arab islam yang senantiasa dililit konflik antar elit kekuasaan. 

Kekuasaan menurut ibnu khaldun sebenarnya terbentuk melalui kemenangan suatu kelompok tertentu atas lainnya. Kekuasaan itu merupakan kedudukan menyenangkan, meliputi berbagai kesenangan materi maupun maknawi, material maupun spiritual, visible mau pun invisible sehingga untuk mendapatkannya sering kali melalui kompetisi – kompetisi menggerakkan dan sedikit orang yang mau menyerahkan nya. Karena partai sebagai mana di jelaskan diatas menjadi proses awal bagi justifikasi kekuasaan, maka partai acapkali menjadi proteksi, pembela, bahkan klaim untuk persoalan itu. 

Kompetisi kekuatan antar kelompok biasanya tidak dapat dilepaskan dari sikap-sikap arogan untuk memperoleh kekuasaan tersebut,dimana pemegang kebijaksanaan dari partai atau kelompok yang berkuasa senantiasa mencari legitimasi kemenangan dari masa dengan berbagai macam manuver siasat atas nama kelompok, profesi bahkan agama. 

Kekuasaan dan politik menurut ibnu khaldun memiliki tujuan substantial yang seharusnya diformulasikan untuk kemanusiaan, karena keduanya secara naluri berkait dengan Fitrah manusia dan pola pikirnya yang condong kepada mashalat. Dalam cukupan ini kebutuhan manusia terhadap, perlindungan, keamanan, kesejahteraan dan lain – lain, adalah termasuk bagian tanggung jawab politik dan kekuasaan. 

IBNU KHALDUN DAN PENDIDIKAN NIRKEKERASAN

Sikap keras dalam mendidik berakibat buruk bagi murid, barangsiapa yang tumbuh dalam pemaksaan dan penindasan, maka akan membuat menjadi orang-orang keras dan berkepribadian sempit, kurang giat dan tidak dapat tumbuh dengan baik. Hal tersebut juga dapat membuat suka berbohong, pemalas dan perbuatan buruk lainnya. 

Kekerasan dalam pendidikan dapat membuat orang secara tidak langsung belajar melakukan tipuan daya, yang menjelma menjadi perilaku dan kebiasaan. Dengan demikian, hilanglah makna kemanusiaan yang ada padanya. Rasa sosial dan kelembutan berubah menjadi kesombongan dan sikap mempertahankan diri. 

Bahkan ia enggan mencari keutamaan – keutamaan dan perilaku baik, sehingga ia semakin menjauh dari tujuan hidupnya sebagai manusia dan terpuruk menjadi seburuk-buruk manusia. Hal ini akan terjadi pada setiap umat yang terbiasa dipaksa dan ditindas. Semua itu disebarkan oleh hal yang telah disebutkan diatas, hendaknya sikap seorang pengajar kepada murid dan sikap orang tua kepada anaknya tidak sewenang – wenang dalam mendidik. 

Untuk menjaga diri dari buruk nya pendidikan, maka kadar yang telah di jelaskan oleh agama lebih layak untuk diikuti. Sebab dialah Dzat yang lebih mengetahui kemaslahatan makhluk Nya. 

Pesan Ibnu khaldun kepada pendidik (guru dan orang tua) :

“jangan sampai ia bersamamu kecuali ia mendapatkan sesuatu yang bermanfaat baginya tanpa membuat sedih, sehingga dapat mematikan hatinya. Kuatkanlah ia semampumu dengan menggunakan pendekatan dan kelembutan. Apabila ia membangkang, barulah engkau boleh melakukan tekanan

“Diambil dari buku Muqaddimah hal. 1007″

​STRATEGI BUZZER DALAM MENJARING SISWA. (Fenomena Buzzer sebagai Pengiklan di Dunia Maya) 

Dunia internet, terutama situs-situs sosial media saat ini tidak hanya menjadi tempat untuk mengaktualisasikan diri, tetapi juga menjadi sarana pengiklan. Perkembangan penggunaan sosmed sebagai media iklan bisa dibilang baru di dunia marketing. Jika sebelumnya metode pengiklanan di sosmed hanya sebatas memasang banner iklan atau video iklan, maka saat ini muncul metode terbaru dan dinilai lebih efektif dalam mengiklankan sekolah di sosial media yang disebut dengan Buzzer.

Fenomena Buzzer Berawal dari Pilkada
Fenomena buzzer di Indonesia menjadi marak sejak Pilkada Jakarta 2012 dan Pemilu Indonesia 2014. Pada saat itu, fenomena buzzer digunakan oleh para calon kepala daerah, calon anggota DPR dan calon presiden untuk melakukan kampanye. Atas efeknya yang sangat masif dan efektif, akhirnya sekolah pun bisa memanfaatkan strategi ini untuk mencoba peruntungan dengan menggunakan fenomena buzzer dalam “memasarkan” sekolahnya.

Pengertian Buzzer
Sebelum saya menjelaskan fenomena buzzer sebagai pengiklan di dunia maya lebih jauh, saya ingin membahas sedikit tentang buzzer itu sendiri. Buzzer berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti bel, lonceng atau alarm. Secara harfiah, buzzer dapat juga diartikan sebagai alat yang digunakan untuk mengumumkan sesuatu atau untuk mengumpulkan orang-orang di suatu tempat.
Di Indonesia sendiri sebenarnya kita mengenal buzzer ini sebagai kentongan. Kentongan adalah salah satu peralatan tradisional yang berfungsi untuk mengumpulkan warga jika ada pengumuman dari perangkat desa atau jika terjadi suatu peristiwa penting. Lalu apa kaitan arti buzzer tersebut dengan fenomena buzzer di sosial media sebagai pengiklan di dunia maya?

Buzzer di Sosial Media
Buzzer di sosial media adalah seorang user yang memanfaatkan akun sosial medianya untuk menyebarkan info, berpromosi atau mengiklankan keunggulan dari sekolah tertentu. Dalam kaitannya dengan arti buzzer secara harfiah yang telah dijelaskan sebelumnya, buzzer di sosial media ternyata juga memiliki fungsi sebagai alarm. Alarm disini artinya akun buzzer tersebut secara terus menerus dengan jadwal yang sudah ditetapkan melakukan promosi terhadap suatu produk. Namun tidak semua user atau akun sosmed yang dapat menjadi buzzer. Hanya akun-akun yang memiliki follower yang banyak lah yang dapat menjadi buzzer. Tidak hanya memiliki banyak follower, akun buzzer juga harus memiliki pengaruh pada followernya. Oleh karena itu, biasanya akun sosmed yang digunakan untuk menjadi buzzer adalah akun sosmed para public figure seperti artis atau orang terkenal lainnya. Seorang public figur terkenal tidak hanya memiliki basis penggemar yang cukup banyak, tetapi juga memiliki pengaruh yang dapat mempengaruhi sikap penggemarnya tersebut.
Untuk mengukur bagaimana pengaruh seorang buzzer di sosial media adalah dengan melihat seberapa banyak postingan positifnya dibagikan kembali (reshare) oleh para pengikutnya. Semakin banyak postingan yang di-reshare berarti semakin besar pengaruh buzzer tersebut. Dalam dunia marketing, hal ini tentunya memiliki efek positif dalam promosi produk. Meskipun memiliki dampak yang sangat masif untuk promosi dan marketing, namun sekolah perlu berhati-hati ketika memilih sebuah akun buzzer. Karena akun buzzer dapat merepresentasikan citra sekolah yang menyewa jasanya. Jika akun buzzer tersebut bercitra negatif seperti tersangkut kasus kriminal dan sebagainya, bukan tidak mungkin sekolah yang menggunakan jasanya pun akan terkena imbas citra negatifnya.
Fenomena buzzer sebagai pengiklan di dunia maya ternyata bersifat simbiosis mutualisme. Sekolah yang menyewa jasa buzzer tidak hanya akan dengan mudah mempromosikan produknya, tetapi seorang buzzer pun akan memiliki penghasilan tersendiri. Sehingga buzzer yang memiliki follower dan pengaruh yang besar di sosial media akan mendapatkan bayaran yang mahal pula. Sedangkan dari sudut pandang sekolah, buzzer ini sangat berguna tidak hanya untuk mempromosikan produk tetapi juga membangun citra sekolah.

MATERI SAMBUTAN PCM PADA PEMBUKAAN TARUNA MELATI I PC IPM BLIMBING

Perkaderan harus berjalan untuk Muhammadiyah sekarang dan Masa Depan. Perkaderan bukan hanya melahirkan generasi penerus tetapi perkaderan juga menambah amunisi Dakwah saat ini. 

Perkaderan yang terstruktur dalam program kerja akan mempermudah lahirnya generasi baru yang siap berjuang mengemban amanah persyarikatan. Karena setiap zaman pasti melahirkan generasinya, tinggal generasi bagaimana yang dilahirkan. 

Setiap perkaderan Muhammadiyah dan Ortom harus membentuk 4 hal, pertama, kompetensi, kedua, militansi, ketiga, amanah, keempat, istiqomah, inilah yang harus di capai dari setiap perkaderan, baik formal maupun non formal. 

Zaenal Arifin (ketua Majelis kader dan pengembangan ranting PCM Blimbing) 

Ahmad syuhada (ketua PC IPM BLIMBING) 

Muh. Marlin (kepala MTs Muhammadiyah Blimbing) 

Afan (kader IPM BLIMBING) 

PENDIDIKAN WELAS ASIH SOLUSI KRISIS KETELADANAN. 

Proses yang dilalui oleh peserta didik, menjadi bagian penting dalam pembelajaran di kelas. Pendidikan akan menuai hasil yang maksimal disaat pendidik dan peserta didik mampu membuka ruang dialog yang hangat yang berperi kemanusiaan. Dalam prosesnya, pembelajaran di Sekolah kami SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo berbasis komputer dan welas asih, dua hal tersebut menjadi visi sekolah untuk membekali peserta didik dengan teknologi dan karakter yang tangguh sehingga bisa menjadi pegangan dalam mengurangi kehidupan. 

Teknologi 

Lebih spesifik lagi bahwa SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo mengembangkan pembelajaran berbasis komputer, pembelajaran di kelas, evaluasi atau Ulangan harian, Ulangan tengah semester dan Ulangan akhir semester sudah berbasis komputer (CBT), sehingga Pembelajaran semakin mudah dan menyenangkan. 

Karakter 

Karakter yang ditonjolkan dalam pembelajaran di Sekolah kami dengan welas asih. Apa yang maksud dengan welas asih? 

1. Kehidupan manusia yang paling berbahagia adalah kehidupan yang bisa bermurah hati dan berbelas kasih pada semua makluk.

2. Bersumbanglah dengan tidak kenal lelah adalah “Welas Asih”.

3. Makna dari “Welas asih” adalah — berbelas kasih, bersependerita dan sepenanggungan pada semua mahkluk, tanpa harus ada hubungan darah, memberikan perhatian pada semua yang bernyawa. Sedangkan “Persaudaraan Universal” hanya terbatas pada manusia saja.

4. “Welas Asih” harus bersikap ramah-tamah. “Kebijaksanaan” harus berkepribadian rendah hati.

5. Masa lalu tak bisa dipertahankan, masa datang sulit diramal. Genggamlah masa kini, saat ini.

6. Untuk menghapus malapetaka di dunia, harus dimulai dari memperbaiki kondisi hati manusia.

7. Amal kemanusiaan dan amal pengobatan merupakan kegiatan nyata, sedangkan pendidikan dan kebudayaan adalah suatu konsep, akan bermakna besar bila terdapat keselarasan antara kegiatan nyata dan konsep. (Dhamma Master Cheng Yen

Karakter welas asih bisa menekan tindakan intoleran yang sekarang mulai menjangkiti masyarakat.