ABADIKAN KENANGAN

Goresan silam mengenang kasih, tak sempurna coretan narasi,

lebih indah masa itu, tanpa halang yang merintangi, demi merangkai abadi yang terkenang.

Kenangan masa lampau, tak harap lagi masa kini,

tangis pilu dalam kalbu, berhias senyum tanpa isi.

Fatamorgana tetaplah ilusi, jadi sandaran tiap diri,

sadarkah yang hakiki, masih menunggu diikhtiari.

PERANAN UMAT ISLAM DI INDONESIA

Dalam perjalanan umat islam di nusantara, sejak awal kedatangan islam hingga saat ini mempunyai peranan strategis. Islam datang melalui interaksi antara pedagang arab dengan masyarakat pribumi, islam datang dengan damai dan disebarkan penuh kedamaian.

Dalam perjalanannya setidaknya peranan umat islam dibagi dalam tiga tahap,

Tahap 1 perang fisik ( 1511-1900)

Tokoh-tokohnya: Sultan Hasanudin, Ahmad Lusyi/ Mathlusyi, Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Cut Mutia, Imam Bonjol, Sultan Ageng Tirtayasa

Tahap 2 Mendirikan organisasi (1900-1945)

Organisasi yang didirikan oleh tokoh-tokoh muslim yaitu: Jamiat Khoir, Syarikat Dagang Islam, Muhamamdiyah, Syarikat Islam, Al Irsyad, Sumatra Tawalib, Persis, NU

Tahap 3 Politik (1945-sekarang)

Umat islam mempunyai penyalur aspirasinya dalam bidang politik yaitu Masyumi

PERANAN UMAT ISLAM SETELAH ABAD 20

Sejarah mencatat peranan umat islam dalam mengusir penjajah dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, sebelum abad 20 dan tahap kedua setelah abad 20. Pembagian ini dimaksud untuk mempermudah mengidentifikasi karakteristik model perjuangan inat islam.

Tahap sebelum abad 20 karakteristiknya lebih pada perjuangan sendiri-sendiri, kedaerahan dengan model peperangan. bisa kita lihat fakta bahwa pangeran diponegoro, sultan hasanudin, teuku umar, cut nyak dien, sultan agung dll, mereka berjuang mengusir penjajah atas nama pribadi dengan pasukannya. Sedangkan karakteristik setelah abad 20 perjuangan umat islam menggunakan model yang berbeda dan tidak lagi dengan perang.

Pada awal abad 20 beberpa tokoh umat islam muncul dan melakukan perlawanan terhadap penjajahan, sebut saja:

1. KH Ahmad Dahlan dengan mendirikan Muhammadiyah, organisai islam mempunyai program, sosial, pendidikan dan PKO

2. KH HOS Tjokroaminoto dengan mendirikan Syarikat Islam, programnya pendidikan

3. Haji Abdul Karim Amrullah mendirikan Sumatra Tawalib di sumatera barat

3. KH Syeikh ahmad sorkaty mendirikan Al Irsyad

4. KH Samanhudi mendirikan syarikat dagang islam (SDI)

5. KH Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdhatul Ulama (NU) dengan program pesantrennya.

Perjuangan para tokoh-tokoh islam itu sudah terorganisir dengan program-program kerakyatan dan keagamaan, sehingga gerakan dakwah mereka lebih menyeluruh dan menyentuh pada sisi manusia pribumi itu sendiri.