CARA BARU MENJARING SISWA : PPDB sudah menanti

Persaingan semakin berat, Ulangan akhir semester (UAS) hampir usai libur semester semakin dekat, tahun baru 2017 sudah menunggu. Sekolah belum sempat istirahat, PPDB 2017 sudah menanti. Inilah aktivitas tahunan yang pasti terjadi, bagaimana menghadapinya? Tentu berbagai cara harus di miliki untuk aksi. Zaman semakin maju, persaingan makin kompetitif, perubahan pasti terjadi, mendasarkan evaluasi kinerja tahun lalu, kita dapatkan ramuan mujarab untuk tahun ini, sudah saatnya dihadapi dengan jurus jitu, bukan jurus dewa mabuk. Sudahkah kita punya jurus jitu itu? (renungan) 

Sebelum terlambat mari persiapan dengan panjang, dengan cara yang beda dan baru sesuai dengan perkembangan alam. PPDB bukan giat rutinitas biasa, yang cukup dengan cara seperti biasa, kegiatan ini adalah awal dari menegakkan eksistensi sekolah diantara sekolah lain. Siapa dengan cara biasa akan tergilas oleh ramuan luar biasa (renungan). 

Dengan berkaca tahun lalu TARGET TIDAK TERCAPAI,untuk pembelajaran tahun ini agar tidak terulang, Adakah yang kurang dari tahun lalu? (evaluasi), mari kita resapi hadis Nabi, 

من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح، ومن كان يومه مثل أمسه فهو مغبون ومن كان يومه شرا من أمسه فهو ملعون

Barangsiapa yang harinya (hari ini) lebih baik dari sebelumnya, maka ia telah beruntung, barangsiapa harinya seperti sebelumnya, maka ia telah merugi, dan barangsiapa yang harinya lebih jelek dari sebelumnya, maka ia tergolong orang-orang yang terlaknat”

Berpikir PPDB itu berpikir jangka panjang, yang setiap saat menjadi bahan untuk mengikat calon peserta didik, bukan hanya tugas satu unit kerja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama yang terarah dan terencana sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Lagi-lagi kegiatan PPDB bukan kerja serampangan yang mengekor tahun sebelumnya, tanpa mengkaji tahun lampau kita tidak akan pernah menemukan rumus jitu. Ada beberapa cara taktis dalam mempersiapkan PPDB 2017:

  1. Evaluasi menyeluruh PPDB 2016 
  2. Sinkron kan TARGET dengan CARA MERAIH TARGET. 
  3. solidkan kepanitiaan dengan penyamaan persepsi. 
  4. Melibatkan seluruh komponen sekolah, sesuai dengan tupoksi.

Poin tersebut merupakan awalan yang harus segera dilakukan, untuk memudahkan merajut cara yang paling jitu. 

Tapi selain cara-cara tradisional diatas, Dalam sebuah obrolan guru dikomunitas trotoar yang mencoba peduli, ada masukan yang perlu di pikirkan oleh pemangku kegiatan PPDB. Kita perlu menggunakan tim konsultan marketing profesional untuk mendapatkan siswa supaya mencapai target. Tugas dari tim tersebut adalah untuk mendapatkan siswa sampai daftar ulang sesuai dengan target. Tekhnis lapangan diserahkan tim marketing tersebut. kalau dalam dunia politik konsultan politik itu mencari massa untuk memenangkan calon legislatif atau calon kepala daerah bahkan presiden. 

Mengapa muncul ide tersebut? Karena melihat kondisi militansi yang kita miliki tidak sebanding dengan persaingan yang semakin berat. Kita terlalu banyak berfikir jangka pendek, instan, tanpa melihat bahwa jumlah siswa merupakan tujuan jangka panjang dari sekolah swasta. (zen

FILANTROPI ISLAM MEMBENTUK CIVIL SOCIETY

Tidak ada padanan kata yang sama persis dengan kata filantropi, akan tetapi secara sederhana dan menjadi kesepakatan para ahli filantropi bisa di artikan sebagai bentuk kedermawanan sosial. Sejarah filantropi di indonesia tidak bisa terlepas dari islam sebagai agama. Filantropi islam mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Filantropi islam merupakan aktivitas yang sudah mengakar dan mempunyai landasan yang pasti dalam tataran agama, kalau dilihat dari bentuk filantropi dalam islam bisa di kelompok dalam tiga bentuk, Bentuk pertama zakat, kedua sedekah, dan ketiga wakaf.  Kemudian Ketiga bentuk tersebut diuraikan ke dalam aktivitas individu maupun kolektif sebagai pendorong kemandirian umat. Sehingga dalam perjalanannya filantropi islam terkait erat dengan masyarakat sipil atau civil society.  Didalam islam bentuk filantropi itu menjadi kesadaran bagi individu, yang memang menjadi pernyataan riel tentang keislamannya. Zakat menjadi salah satu rukun islam yang harus di lakukan oleh pemeluk nya bagi yang mampu, sedekah menjadi kebutuhan individu untuk mensucikan diri sebagai wujud dari pemahaman keislamannya, sedekah ini bisa  dilakukan oleh siapapun individu dari tingkat ekonomi tinggi sampai rendah, sedangkan wakaf menjadi aktivitas yang berorientasi untuk mendapatkan imbalan dari ALLAH, yang bersifat jangka panjang, bahkan mungkin seumur hidupnya. 

Apa itu masyarakat sipil atau civil society?  Penjelasan secara umum, masyarakat sipil merupakan aktivitas memaksimalkan partisipasi individu dan kolektif yang di organisir untuk memberdayakan masyarakat, sehingga aktivitas ini sebagai penyeimbang bagi negara. Ada hipotesis yang muncul, ketika negara lemah akan membuat aktivitas filantropi kuat, dan ketika negara kuat maka aktivitas filantropi tetap berjalan walau tidak begitu kelihatan menonjol. Sejarah mencatat pada masa kolonial dan orde baru pemerintahan kuat, sehingga berpengaruh terhadap eksistensi aktivitas filantropi, pada masa orde lama dan orde reformasi pemerintahan lemah sehingga aktivitas filantropi pun menguat.

Peranan Masyarakat sipil atau civil society bisa dilihat ketika dalam sebuah negara kondisi masyarakatnya kuat, mandiri, beradab,  berakhlak dan mampu memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara. Kalau di gambarkan bahwa filantropi islam sebagai wujud dari aktivitas masyarakat sipil yang dinamis dan progresif untuk memberdayakan masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan. 

Beberapa Fase filantropi islam di indonesia bisa di uraikan sebagai berikut : pertama filantropi islam pada masa kerajaan – kerajaan islam (para sultan), kedua pada masa kolonial Belanda, ketiga pada abad ke 20 dan yang keempat pada masa sekarang. Masing-masing masa mempunyai karakteristik yang berbeda. Pada masa para sultan,  aktivitas zakat banyak di kendalikan oleh raja, sehingga rawan manipulasi. Pada masa kolonial, kekuatan pemerintah kolonial sangat kuat, tetapi mereka tidak ikut campur urusan aktivitas filantropi, sehingga pada awal abad 20 muncul aktivitas filantropi dari rahim organisasi islam, misal Muhammadiyah. Pasca kemerdekaan sampai sekarang aktivitas filantropi mengalami banyak pergeseran dan perubahan, tentunya di sesuaikan dengan perkembangan zaman. 

Pada masa sekarang aktivitas filantropi menjadi populer untuk di diskusikan, terkait dengan pengelolaannya. Ada beberapa pendapat tentang hal tersebut, setidaknya ada tiga pendapat : pertama zakat dikelola oleh pemerintah, masyarakat ikut didalam tetapi tidak memiliki wewenang, hanya sebagai pelaksana, misal BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Kedua zakat dikelola oleh kelompok masyarakat tanpa campur tangan pemerintah, tetapi masih menjalin hubungan sebagai koordinasi, misal Lazismu Muhammadiyah. Ketiga zakat dikelola oleh masyarakat tanpa campur tangan pemerintah, bahkan menjauhi peran pemerintah. 

Memang ada beberapa hal yang harus dipahami bersama bentuk filantropi zakat, sedekah dan wakaf merupakan ritual ibadah yang diyakini oleh umat islam. Tetapi tidak menjadi keharusan negara untuk ikut campur, karena Indonesia bukan negara islam dan tidak bisa memaksa masyarakat untuk menjalankan bentuk filantropi tersebut. Bahkan islam pun tidak bisa memaksa pemeluk nya untuk menjalankan semuanya, Dalam Islam pun hanya bersifat anjuran, karena terkait hubungan manusia dengan Tuhan. Umat islam sudah memiliki kesadaran dengan sendirinya karena islam memang menganjurkan hal itu. (zen

PERGOLAKAN PROVINSI KARS DI TURKI DAN PENTINGNYA IDEOLOGI NEGARA (Berdasarkan novel Snow “salju”  karya Orham Pamuk) 

Tahun 1922 imperium utsmani runtuh, sebagai tanda berakhirnya kekhalifahan islam di dunia. Utsmani mempunyai prestasi gemilang saat menaklukkan konstantinopel, yang menjadi inspirasi untuk seluruh umat islam saat ini. 

Kondisi salah satu provinsi di turki yaitu provinsi kars sangat heterogen, muncul faksi – faksi membawa kepentingan masing-masing. Diantaranya ada kelompok sekularis, islamis politik, komunis dan atheis. 

Kars merupakan daerah perbatasan dengan armenia dan rusia, dan termasuk bekas jajahan rusia. Pada tahun 30 an, seorang buangan politik turki di Jerman kembali ke negaranya tepatnya ke provinsi kars untuk mengetahui proses pemilihan walikota dan mencari penyebab banyak gadis bunuh diri. 

Pemilihan walikota dan banyaknya gadis bunuh diri, dua hal yang bisa saling terkait atau hanya bagian dari skenario politik turki yang lebih besar. Peraturan pelarangan jilbab di Sekolah menjadi skenario yang di munculkan terlebih dahulu, sehingga gelombang reaksi dari siswa sangat besar. Siswa yang tidak menaati peraturan dan tetap memaksa untuk menggunakan jilbab dilarang untuk masuk sekolah. Gadis – gadis itu berpendapat bahwa menutupi kepala (berjilbab)  adalah perintah al Qur’an, sehingga mereka tidak mungkin melepaskan jilbab dari kepalanya. Lebih baik tidak sekolah dari pada harus melanggar aturan al Qur’an. Apakah ini yang menjadi sebab gadis – gadis itu melakukan bunuh diri? Atau ada sebab lain? 

Akhirnya opini pun berkembang tentang apa motif gadis – gadis bunuh diri. Dari peristiwa diatas ketika Para gadis berani bertindak dengan alasan, pada saat itulah seorang manusia sedang meneguhkan kemanusiaannya. Prinsip menjadi harga yang paling tinggi dan tak terhingga nilainya, walaupun nyawa  harus regang dari raganya. 

Kars merupakan daerah yang akan melangsungkan pemilihan walikota, dilihat dari situasi elektabilitas calon, calon dari partai islam sangat mungkin untuk terpilih, karena rakyat kars masih menginginkan politik islamis yang berkuasa. 

Beberapa hari menjelang pemilihan walikota, dalam sebuah pertunjukan teater yang diselenggarakan oleh kaum sekuler, yang mengambil tema melepaskan simbol keagamaan membuat sebagian pengunjung yang berasal dari faksi politik islamis melakukan reaksi dan protes menjurus anarkis. Pada acara pertunjukan tersebut terjadi peristiwa penembakan yang mengakibatkan 17 pengunjung tewas. Dan sebagian besar yang menjadi korban adalah pendukung politik islamis. Berawal dari peristiwa itu kemudian ada memberlakukan jam malam, penculikan, dan pembunuhan misterius. Dan akhir dari peristiwa itu adalah kudeta yang dilakukan oleh militer. Nah kudeta inilah yang sebenarnya tujuan dari peristiwa itu, kudeta bermaksud untuk menggagalkan kemenangan kaum islamis untuk memenangkan pemilihan walikota. Kudeta mengakibatkan pemilihan walikota tidak akan pernah terselenggara. 

Setelah kondisi Kars berangsur kondusif, faksi-faksi yang ada mengadakan pertemuan untuk membuat sebuah kesepakatan dan perjanjian, faksi islamis (kurdi), komunis, atheis berkumpul di hotel untuk menyepakati kesepakatan. Tetapi sebelum terjadi kesepakatan ada hal yang menjadi pembahasan cukup sengit. Ada 2 pendapat yang muncul : pertama,  Pendapat kaum islamis kurdi bahwa masalah kars harus diketahui oleh seluruh umat manusia, kedua,  pendapat kaum komunis – atheis menyatakan bahwa cukup bangsa barat yang mengetahui. Masing-masing pendapat mempunyai argumen yang kuat dan didukung oleh yang hadir pada waktu itu. 

Terlepas dari itu semua peristiwa yang terjadi di kars merupakan perjalanan sejarah yang perlu di perhatikan oleh masyarakat modern. Keyakinan atau ideologi negara merupakan kesepakatan bersama, bukan monopoli kelompok tertentu. Kalau kita melihat Indonesia, Indonesia menjadi negara yang menjadikan pancasila sebagai ideologi resmi negara yang mengakomodir semua kepentingan kelompok – kelompok, untuk meraih tujuan berbangsa dan bernegara secara bersama – sama. (zen) 

KELEMAHAN PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM. 

Sejarah merupakan disiplin ilmu yang mempelajari peristiwa masa lampau. Peristiwa – peristiwa yang berkesan dan mempunyai makna, sehingga menjadi ibrah untuk kehidupan sekarang. Khusus mengenai pembelajaran sejarah sebagai disiplin ilmu, lebih dari sepertiga isi al Qur’an berisi tentang sejarah. Materi sejarah dalam al Qur’an merupakan peristiwa lampau yang harus menjadi pelajaran dan cermin yang bisa diambil hikmahnya. Kaum nabi luth yang homosek, kaum nabi Nuh, nabi Ibrahim dll. 

Dalam pembelajaran sejarah, baik sejarah umum maupun sejarah islam ada tiga kelemahan yang terjadi. Pertama,  kelemahan faktual, lebih dari sepertiga isi al Qur’an bercerita tentang sejarah. Gambaran dakwah nabi Muhammad yang dilakukan dengan perang, pedang, dan kekerasan dalam kitab sejarah menimbulkan kekeliruan intepretasi generasi sekarang. Jihad diartikan sebagai perang menghunus pedang dimedan tempur. Padahal kalau intepretasi  di sesuaikan dengan kondisi sosiokultural dan setting kewilayahan sejarah bisa memberi arti Jihad dengan berjuang dijalan Allah. Berjuang dijalan Allah yang di tauladankan KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, yaitu dengan berlandaskan surah al ma’un, yang pada intinya membuat suatu aktivitas bermanfaat untuk umat. Mulai dari mendirikan amal pendidikan, sosial, ekonomi dan kesehatan. Sehingga ketika berbicara sejarah bukan masalah ilmiah atau tidak ilmiah, akan tetapi sejauh mana sejarah bisa diambil hikmahnya untuk masa sekarang. 

Kedua, kelemahan representasi, maksudnya kelemahan tersebut, dalam pembelajaran sejarah yang dilihat hanya tunggal atau satu sisi saja. Misal Sejarah tokoh yang dibahas kebaikan – kebaikan manusia tanpa cela. Padahal makhluk hidup khususnya manusia tidak ada yang maksum kecuali Rasulullah Muhammad SAW. Disinilah para peminat sejarah harus tetap menjaga objektifitas dari content sejarah itu sendiri, dan buang jauh –  jauh subjektifitas penulisan sejarah. Sehingga akan terjadi kesamaan content ilmu yang jujur. 

Ketiga, kelemahan metodologi, kaitannya dengan metodologi ini, harus berhati-hati dan jeli supaya tidak salah sasaran. Pembelajaran sejarah harus di sesuaikan dengan kemampuan, daya tangkap dan daya imajinasi sebagai tolok ukur kesiapan individu untuk menerima dan nantinya mampu mengambil hikmah yang terkandung didalamnya. Sehingga tidak muncul istilah “tepat materi tp salah sasaran”. Misal,  sejarah untuk sekolah dasar tentunya berbeda dengan sejarah untuk smp dan sma, sehingga ada distribusi ilmu sesuai dengan kapasitas otak sebagai tempat berkumpulnya informasi yang pernah diterimanya. 

Tiga kelemahan ini menjadi tanggung jawab kita untuk di minimalisir, lebih – lebih dihilangkan sehingga sejarah sebagai disiplin ilmu benar-benar objektif dan bisa dipertanggung jawabkan. (zen

MENGGALI KURIKULUM MASA KEJAYAAN ISLAM (Refleksi kejumudan dalam pendidikan islam) 

​Mencoba mengetahui model pendidikan masa kejayaan Islam abad ke 7 M sampai ke 15 M, menarik sekali. Peradaban tamaddun tinggi pada masa itu mampu melahirkan cendekiawan2 muslim yang mampu menampilkan kesempurnaan pengetahuannya. Kita sebut ada ahli fikih imam malik, imam abu hanifah, imam syafii dan imam ahmad bin hanbal yang pemikiran dan karyanya bisa kita telaah hingga kini. Ada jg al farabi (dijuluki guru kedua), ar razi, ibnu sina, al biruni, al batani, al Ghozali, maskawyh, hunayn bin ishaq  dll yang mampu mewarnai khazanah intelektual Daulah Abbasyiyah, ada ibnu khaldul, ibnu Rusyd, ibnu bajjah dll yang menghiasi keilmuan Daulah Umayah di Andalusia. Berlandaskan al qur’an dan hadits sebagai materi wajib dan dengan menghafal sebagai metode khas islam mampu memberikan stimulus terhadap pengkajian ilmu pengetahuan lainnya, terutama karya-karya dari filsuf yunani kuno. Kecerdasan yang disimpan dalam hati yang terpelihara dengan nilai keTuhanan kemudian dikirim ke otak mampu menajamkan pengetahuan para ilmuan muslim, seorang ilmuan pada masa itu bukan hanya satu keahlian yg dimiliki tetapi menjadi kumpulan keahlian pada seorang ilmuan,misal,  berawal dari filsuf islam sampai ahli kedokteran, astronomi, kimia, matematika, sejarah telah menjadi kumpulan keahlian pada seorang macam ibnu sina. Kalo kita lihat model pendidikan kekinian (baca:modern) menampilkan kurikulum canggih (katanya) yang mempunyai jalan pikiran pengembangan psikomotorik dalam belajar sebagai cara yang tertinggi ternyata belum mampu menyamai kejayaan masa lalu. Lebih-lebih pendidikan Islam yang tergerus oleh metode/kurikulum pendidikan sekuler semakin terpuruk,semakin tercabutnya akar dari segala ilmu semakin membuat kita kehilangan arah. Pendidikan dalam islam bukan hanya untuk kehidupan dunia, karena islam punya prinsip perjalanan mencari ilmu adalah bentuk kesalehan paripurna. Akhirnya secara pribadi saya mempunyai pemikiran, bagaimana kalo model kurikulum pendidikan Islam kini, kembali pada metode masa lalu, saat madrasah Nidzomiyah berdiri kokoh sebagai simbol kemajuan pendidikan Daulah Abbasyiyah di Baghdad. (Waallahu ‘alam bishowab)

REFLEKSI UMAT PASCA WAFATNYA RASULULLAH

​Setelah wafatnya Rasulullah Muhammad pemahaman keagamaan umat semakin beragam,masa khulafaur Rasyidin sebagai penerus kepemimpinan sang revolusioner Muhammad masih menjadi rujukan utama. kemudian Daulah Umayyah di Damaskus, dan berlanjut Daulah Abbasyiyah di Baghdad mulai muncul sekte-sekte, bukan hanya tujuan religius tapi juga tujuan politik. Pengaruh yunani dan kristen masih besar di 2 daulah terakhir tsb. Para ahli sejarah mengatakan khulafaur Rasyidin merupakan bentuk kekhalifahan republik artinya, khalifah tidak ada hubungan kekeluargaan dg penerusnya, dari khalifah abu bakar assidiq sampai khalifah ali bin abi tholib. Yang menjadi perekat para sahabat adalah ukhuwah islamiyah, karena islam mereka bersatu. Prinsip inilah sebenarnya yg menjadi pendobrak kultur arab yang menjadikan persamaaan suku sbg pemersatu. Di hijaz (mekkah dan madinah) suku menjadi kekuatan primordial yg mampu mengantar pada kekacauan tanpa henti, asshobiyah adalah prinsip untuk mempertahankan harga diri. Pada masa daulah umayyah klan keluarga mulai dihidupkan, sang khalifah akan menyerahkan kekuasaan kepada keturunannya. Menurut pakar sejarah Daulah Umayyah dg muawiyah bin abu sufyan sebagai pendiri dan khalifah pertama sudah keluar dari islam, karena Islam tidak pernah atas nama keluarga sebagai perekat, tetapi diatas landasan Islamlah seharusnya sbg pemersatu. Begitu pula daulah abbasyiyah sistem kekeluargaan menjadi prinsip kepemimpinan daulah. Walau demikian berdirinya daulah mempunyai tujuan untuk menyebarkan islam dengan cara menaklukkan wilayah yg masih kafir. 
Sekte-sekte dalam Islam

Muktazilah, gerakan puritan islam yg sangat kaku, dan dalam perkembangannya muktazilah ini menjadi gerakan rasio yang sangat dominan. Diantara prinsip ajarannya yaitu mengatakan “al Quran adalah makhluk”, dan keraguan adalah keniscayaan untuk mendapatkan pengetahuan. Sampai kepada pemikiran bahwah akal manusia melebihi Tuhan. Kemudian untuk mengembalikan ajaran ortodoks islam muncullah gerakan asy’ariyah, gerakan yg yang ingin mengembalikan pemahaman islam ke ajaran yang semestinya. 
Tasawuf, gerakan personal untuk mendekatkan diri kepada Allah, tasawuf mempunya inti ajaran tentang asketis (Zuhud) sebagai bentuk mencela ketamakan terhadap anugerah Tuhan di dunia,dan selalu mencari jalan kebenaran Tuhan dan kebenaran Agama. Pada akhir abad kedua belas tasawuf sudah mulai terlembagakan sebagai gerakan komunal. Tokoh pentingnya yaitu al farabi dan al Ghozali. Dan diakhir abad ke 7 sampai 8 ada al halajj dg pernyataannya “ana al haq” (akulan kebenaran Tuhan) dan Rabiah al adawiyah ( kecintaannya kepada Allah tidak menyisakan sedikitpun kapada yang lain)sbg  sufi utama. Di wilayah yang nan jauh dari arab pun tepatnya ditanah jawa muncul tokoh macam al halajj yang mempunyai keyakinan “manunggaling kawulo gusti” ala sheikh siti jenar.
Mazhab Syiah

Yang membedakan dg mazhab lain adalah keyakinan thd imamah, syiah mempunyai keyakinan dg imam dua belas, yg dalam perjalanannya syiah pun akhirnya terpecah ketika imam ketujuh adalah musa bukan ismali yg ditunjuk oleh ja’far, padahal ismail adalah anak tertua. Kemudian muncul syiah ismailiyah. Dalam perkembangannya syiah menjadi kaum yg ditindas oleh penguasa, sehingga mereka menerapkan prinsip taqiyah (berhati-hati) artinya dalam keadaan darurat keyakinan syiah tdk boleh diucapkan, dan mereka mengakui keyakinan lain. Selain taqiyah syiah jg mempercayai tentang imam mahdi, dan nikah mut’ah. Inilah prinsip syiah. Namun yg menarik didalam syiah sendiri ternyata juga terdiri dari banyak sekte, ada syiah utama dengan imam dua belasnya, dan syiah ekstrim (ismailiyah, qaramithah, nusairiyah) yg menurut sekte syiah utama sudah sesat, karena menafikan keagungan Tuhan dan mengaburkan Nabi Muhammad saw sebagai Khatamul anbiya. Pemahaman yg paling sesat dari sekte syiah ekstrim yaitu jibril sudah salah orang dalam menyampaikan wahyu, seharusnya untuk ali bukan Muhammad. Tapi, dari sekian sekte syiah yg dekat dengan sunni adalah sekte

ANDALUSIA PELOPOR KEBANGKITAN EROPA

​Menelisik lebih jauh tentang peradaban islam yang pernah berjaya sungguh mengagumkan, Tak ada padanan yang mampu menyamainya. Sebuah perjalanan yang dibangun atas nilai-nilai keTuhanan, mensyiarkan agama sebagai agama Rahmatan lil’alamin merupakan keharusan. Sumbangsih peradaban Islam dalam membangun peradaban dunia khususnya dibarat diakui oleh seluruh umat manusia. Renaissan di eropa hanya melanjutkan apa yang sudah dicapai oleh umat islam abad ke 7 sampai ke 15 M. Ini bukan hal retoris, tapi fakta sejarah yang berkata demikian. Keunggulan peradaban ummayyah di andalusi (spanyol) merupakan bukti begitu agungnya nilai-nilai islam pada masanya. Bukan hanya bangunan fisik istana alhamra di cordova, istana munyat ar rusyafah diluar cordova atau istana al zahra dan istana madinah al zahira yang mengagumkan, tetapi kecermelangan pengetahuan yang mengagumkan dari para ilmuan-ilmuannya. Tepatnya pada saat khalifah al hakam II yang sangat memperhatikan pengetahuan, beliau adalah khalifah yang bergelar sarjana dan para ahli sejarah menyebut beliau khalifah terbaik yang sangat peduli terhadap pendidikan. Berawal dari lembaga pendidikan dasar dan pendidikan tinggi dengan kurikulum yang sunggu visioner sehingga mampu melahirkan ilmuan seperti ibnu khaldun sosiolog terbaik dunia yang karyanya tak lekang ditelan zaman. Dengan kurikulum pendidikan dasar memuat baca tulis al qur’an, berhitung, dan puisi arab membuat seluruh rakyat pada waktu itu keluar dari buta huruf. Sedangkan pendidikan tinggi kurikulumnya memuat tafsir al qur’an, teologi, matematika, puisi mampu menarik siswa dari andalusia maupun eropan yang muslim maupun yahudi serta nasrani. Kesempurnaan pendidikan di andalusi dengan berdirinya universitas2 besar, seperti universitas cordoba, universitas granada, pepustakaan yang memiliki ratusan ribu judul buku, serta menjamurnya toko-toko buku, semakin menambah tingginya budaya akademik andalusia. 
Kalo dilihat sejarahnya Kemajuan andalusia bukan karena politik, tetapi karena budaya dan pendidikan yang berkembang dan maju. Demikian pula yang terjadi di daulah islam sebelumnya, bahkan politik menjadi sebab hancurnya sebuah kekuasaan daulah disuatu masa. Perebutan kekuasaan antar elit, hidup bermewah-mewahan dalam keluarga penguasa sehingga menyebabkan kemarahan rakyat, ini sebagian contoh betapa nyata politik bukan pembentuk peradaban tapi cenderung menjadi penyebab kemunduran dinasti.
Di Andalusi sejak abdurRahman 1 (addakhil) intrik-intrik sudah mulai muncul melakukan pemberontakan, dilakukan oleh kaum muslimin yang tidak puas dengan khalifah maupun oleh kaum kuffar yang memang menjadi musuh nyata bagi Islam. Dengan kecakapan dan kewibawaannya mampu menjaga keutuhan kedaulatan islam di bumi andalusia. Dalam kondisi politik yang stabil, nyaman dan menentramkan inilah kemajuan-kemajuan andalusia diwujudkan. (Bersambung)