MEMPRODUKTIFKAN INFAQ UMAT

Oleh: Zaenal Arifin. 

zaman sekarang dana yang dihimpun dari umat luar biasa besarnya. Ini bukti bahwa kesadaran umat islam sudah tumbuh, Kesadaran akan nash Allah dalam firman_Nya

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik” [Saba’/34 : 39]

Dalam menafsirkan ayat di atas, Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata : “Betapapun sedikit apa yang kamu infakkan dari apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan apa yang diperbolehkanNya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran.

Surah saba’:39 tersebut menjadi salah satu spirit umat  dalam berderma, juga sebagai salah satu bentuk kesadaran dan aktualisas berislam secara menyeluruh.

Kajian – kajian keislaman yang melibatkan massa banyak biasanya  menghasilkan dana infaq yang banyak pula, bentuk kegiatan seperti itu menjadi bukti eksistensi sebuah perkumpulannya.

Akan tetapi sebuah perkumpulan atau organisasi ketika sudah mampu menghimpun dana infaq yang besar, muncul permasalahan baru belum adanya kesiapan panitia untuk mendistribusikan dana umat tersebut. Selama ini menurut kami pendistribusian dana infaq belum maksimal, baru pada tahapan konsumtif habis pakai. Misalnya santunan dengan bentuk uang, secara nominal hanya bisa digunakan untuk konsumsi harian, belum bisa untuk pemberdayaan jangka panjang. Selain santunan biasanya dana infaq digunakan untuk membeli peralatan masjid atau tempat ibadah, misalnya sound dll. Sehingga secara umum dana infaq yang sudah belum mampu didistribusikan dengan baik untuk pemberdayaan umat.

MENGUATKAN DANA INFAQ UNTUK PEMBERDAYAAN

Umat islam sudah saatnya mempunyai pemikiran untuk melakukan pembaharuan dalam mengelola dana infaq. Dari pengamatan kami, secara garis besar yang harus ada dalam pikiran pengelola dana infaq yaitu garis besar pemberdayaan, apapun bentuknya. Baik bentuk hewan ternak, modal usaha dll. Tanpa meninggalkan program konsumtif yang sudah berjalan, maka munculkan juga program produktif yang insha Allah kemanfaatannya jauh lebih besar dan jangka panjang. Selain itu jangan sampai pengelola atau panitia penghimpunan infaq mempunyai pemikiran menyimpan uang infaq dengan saldo yang besar, tapi harus dibalik bahwa setiap periodik saldo harus di nol kan sebagai bentuk pendistribusian berjalan dengan baik dengan program yang baik pula.

Dari paparan singkat diatas, bisa kita simpulkan Bahwa pendistribusian dana infaq melalui dua program, yaitu program konsumtif dan program produktif. Kalau Program konsumtif biasanya sudah berjalan, dengan bentuk santunan dll. Nah untuk program produktif masih perlu diaktualisasikan oleh panitia, bisa berbentuk bantuan hewan ternak untuk di rawat oleh fakir miskin, dan bantuan modal usaha. Kalau dua program itu bisa terlaksana maka menurut hemat kami pendistribusian infaq bisa dikatakan berhasil, dan islam benar-benar menjadi solusi keumatan Insha Allah. Waallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s