MEMBACA PETA GERAKAN UMAT

Membaca konstalasi politik pasca kekalahan ahok makin menarik. Persatuan umat islam menjadi kekuatan yang menakjubkan. Kesamaan tujuan menjadi alat pemersatu yang luar biasa, sehingga pasca kekalahan ahok pun persatuan umat dipertaruhkan. 

Para pengamat pergerakan mempunyai pengamatan berbeda-beda. Perbedaan itu akibat dari sudut pandang yang berbeda. Latar belakang pengamat menjadi faktor penentu objektivitas hasil pengamatan.

Salah satunya pembacaan yang dilakulan oleh Dr. Abdul Mu’ti sekretaris umum PP Muhammadiyah, dengan tajam beliau menguraikan peta umat dalam pergolakan kepentingan, yang klasifikasinya sebagai berikut.

1. Umat seakan menjadi kelompok pembuat masalah, hal tersebut disebabkan oleh dua hal, pertama imbas dari sebagian umat islam yang cenderung reaktif dalam menanggapi kondisi (internal), kedua imbas dari ketidaksukaan orang non muslim terhadap islam (eksternal).

2. Umat islam dalam melakukan aksi ada dua kemungkinan, pertama hanya sebagai riak-riak kecil atau kedua aksi-aksi yang dilakukan tersebut merupakan hal yang genuin atau otentik.

3. Umat islam terkesan intoleran, sehingga umat islam dikesankan oleh pihak lain sebagai kelompok yang anti pancasila.

Mengapa umat islam terkesan konfrontatif?

Umat islam terkesan konfrontatif karena pertama umat islam merasa diperlakukan tidak adil, diposisikan salah dan kalah, kedua umat islam melihat aparat sangat represif dan over reaktif sehingga menghasilkan umat yang over sensitif. Ketiga umat tidak memiliki saluran politik untuk menyalurkan aspirasinya, keempat umat diperalat oleh elit tertentu dalam konteks individu maupun institusi. Kelima umat islam miskin strategi dalam mengelola isu.

Abad 21 dicirikan sebagai era globalisasi

Dunia global ditandai oleh, pertama kebangkitan spiritualisme artinya kebahagiaan hidup tidak ditentukan oleh materi, tetapi ditandai oleh kebangkitan agama-agama, tetapi umat yang menjadi pelaku keberagamaan tersebut tidak mau terikat dengan agamanya. Kedua tren pergeseran geopolitik dari eropa ke asia, ketiga konstalasi politik didalam negeri.

Kemudian dalam perkembangan kekinian umat islam Indonesia mengalami dua keminderan/tidak percaya diri, yaitu pertama umat islam minder kepada negara arab terkait dengan masalah keagamaan, maksudnya seakan-akan orang arab itu lebih agamis dan menjadi rujukan, padahal tidak demikian, karena sebenarnya umat islam indonesia itu dalam praktik keagamaan lebih religius dibandingkan dengan negara islam manapun termasuk arab.  Kedua umat islam minder kepada negara-negara barat terkait masalah teknologi, barat hingga kini masih dianggap sebagai barometer teknologi, padahal kalau kita berani mengakui keunggulan umat, kita tidak kalah cerdas dengan mereka. 

Menata pola dakwah umat

Surah an nahl 125 harus menjadi salah satu landasan umat dalam berdakwah, 

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. 

Dakwah menurut kandungan ayat tersebut, yaitu

  1.  Menyampaikan kebenaran, dengan tidak mengajak masuk islam
  2. Menunjukkan kerahmatan islam, Dakwah islam dengan, pertama hikmah bil Ilmi, kedua hikmah bil syiyasah, ketiga hikmah bil mauidhoh hasanah, keempat berani berdebat. 

(Sumber: diambil dari diskusi dalam pengajian Ramadhan di temanggung dengan narasumber Dr. Abdul Mu’ti, Mr. Ed.) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s