HIKMAH PERINTAH ALLAH KEPADA MANUSIA

Allahmenciptakan langit dan bumi tidaklah akan sia-sia. Manusia sebagai makhluk yang sempurna dengan akal sebagai karunia Allah, yang tidak diberikan-Nya kepada makhluk lainnya. Akal inilah yang harus digunakan untuk memikirkan hikmah yang Allah Berikan kepada makhluk baik berupa perintah, maupun larangan. Sebagai mana firman Allah surah Ali imron ayat 191 tidaklah ada penciptaan Allah yang akan sia-sia. Pada perintah yang tercantum pada rukun islam, mulai dari syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji pun banyak Hikmah yang bisa kita ambil. Adapun penjelasan lengkapnya sebagai Berikut :

HIKMAH SYAHADATAIN UNTUK UMAT ISLAM 

Hikmah Pertama

Seseorang tidak bisa taat kepada Allah, jika tidak mengikuti tuntunan (ajaran) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini karena beberapa alasan, yaitu:

(1) – Cinta kepada Allah harus dibuktikan dengan taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Banyak diantara manusia, baik muslim maupun kafir, mengaku mencintai Allah, tapi tidak dapat membuktikan, bahwa mereka benar-benar cinta kepada-Nya. Allah telah menetapkan satu syarat bagi yang mengaku mencintai-Nya, yaitu kewajiban mengikuti tuntunan (ajaran) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Allah berfirman:

(( قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ ))

Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Jika kamu (wahai manusia) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu!’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Ali ‘Imran: 31]

Sehingga, syarat diterimanya pengakuan seseorang, bahwa dia mencintai Allah adalah dengan mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam; baik dalam hal aqidah, akhlak, ibadah, maupun mu‘amalah (berinteraksi dengan yang lain).
(2) – Taat kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, sama dengan taat kepada Allah.
Hal ini sangat jelas berdasarkan firman Allah:
(( مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ …))

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah….”
[QS. An Nisaa’: 80]
(3) – Yang mengetahui, bagaimana cara menyembah Allah hanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hikmah Kedua

Syarat diterimanya amal shalih adalah dengan terpenuhi tuntutan dari dua kalimat syahadat, yaitu ikhlas dan mutaba‘ah (mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beramal). Kita ketahui dari susunan rukun Islam, bahwa dua kalimat syahadat berada di urutan paling depan, mendahului amalan-amalan yang sangat utama, seperti shalat, zakat, puasa dan haji. Bahkan, bisa dikatakan dua kalimat syahadat mendahului seluruh amal. Karena empat amalan tersebut adalah amalan-amalan agung yang mewakili seluruh amal yang ada di dalam Islam.
Didahulukannya dua kalimat syahadat dari seluruh amal mengisyaratkan, bahwa seluruh amal tidak diterima, kecuali dengan terpenuhinya tuntutan dua kalimat syahadat, yaitu:
(1) – Mengerjakan seluruh amal dengan ikhlas kepada Allah;
(2) – Mengerjakan amal sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Amalan yang ikhlas, akan tetapi tidak mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka amalan tersebut akan tertolak. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunan dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”
[HR. Muslim]
Begitu juga sebaliknya; amalan yang sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, akan tetapi tidak ikhlas, maka amalan tersebut juga tertolak. Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengkhabarkan, bahwa di akhirat kelak ada tiga orang yang mengerjakan amalan sesuai tuntunan, akan tetapi tidak ikhlas, ketiganya akhirnya disiksa karena tidak ikhlas. Ketiga orang tersebut adalah seorang mujahid, qari’ (ahli membaca Al Qur-an) dan orang yang gemar shadaqah.

Hikmah Ketiga

Semua yang diharamkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hukumnya haram, meskipun tidak disebutkan dalam Al Qur-an. Dua persaksian digabung menjadi satu juga menunjukkan, bahwa kedua persaksian tersebut tidak bisa dipisahkan dan harus berjalan bersamaan serta beriringan.
Hal ini mengisyaratkan, bahwa keputusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tentang haram/ halalnya suatu perkara adalah sama dengan keputusan Allah terhadapnya. Walaupun, hal tersebut tidak kita jumpai dalam Al Qur-an. Karena, semua yang diucapkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam  adalah wahyu dari Allah. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berkata menurut hawa nafsu belaka. Allah berfirman:
(( وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى – مَاضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَاغَوَى – وَمَايَنطِقُ عَنِ الْهَوَى – إِنْ هُوَ إِلاَّوَحْيٌ يُوحَى ))

“Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
[QS. An Najm: 1-3]
Apakah yang haram hanya empat saja?
Dalam Surat Al An‘am ayat 145 ada isyarat pembatasan makanan yang haram hanya empat. Allah berfirman:
(( قُل لآأَجِدُ فِي مَآأُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَن يَّكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَعَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ))

“Katakanlah: ‘Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu (adalah): bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi (karena sesungguhnya semua itu kotor), atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’!”
[QS. Al An‘am: 145]

Ayat ini bukan membatasi makanan haram hanya empat, karena masalah haramnya suatu makanan, Allah mengaturnya secara bertahap. Lagi pula, Surat Al An‘aam termasuk Surat Makkiyah, karena turunnya sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah ke Madinah. Masih banyak hukum-hukum Islam yang Allah turunkan setelahnya.
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
“Maka dari itu, keterangan-keterangan yang datang tentang perkara-perkara haram setelah ini, (seperti) dalam Surat Al Maa-idah dan di dalam hadist-hadist yang ada (semua itu) menghapus ‘mafhum’ dari ayat ini.” [Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 3 hal. 145]
‘Mafhum’ yang dimaksud di atas adalah: ‘Semua makanan; selain bangkai, darah mengalir, babi dan yang disembelih tidak atas nama Allah, hukumnya halal’.
Hanya saja, menurut Imam Ibnu Katsir rahimahullah, bahwa ‘mafhum’ dalam ayat ini dihapus oleh ayat-ayat dalam Surat Al Maidah, begitu juga hadist-hadist yang menjelaskan makanan-makanan haram, selain empat hal tersebut. Sehingga, ayat ini tidak bisa digunakan untuk membatasi makanan yang haram. Karena masih banyak makanan haram yang Allah jelaskan dalam ayat-ayat lain, begitu juga yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jelaskan dalam hadits-hadits; seperti haramnya semua binatang yang bertaring dan berkuku tajam.

Hikmah Keempat

Allah Maha Esa dalam semua peribadatan (penyembahan) dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ditunggalkan dalam hal peng-ikutan.
Menunggalkan Allah dalam hal penyembahan adalah menjadikan Allah satu-satunya yang diibadahi, dengan arti ibadah yang luas. Karena, ibadah itu maknanya segala sesuatu yang dicintai Allah; baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tampak maupun tidak tampak.
Dan ketika seseorang mempersembahkan suatu ibadah kepada selain Allah, maka saat itu dia telah bersalah dengan kesalahan yang sangat besar, karena dia telah menduakan Allah, membanding-bandingkan Allah dengan selain-Nya dalam hal peribadatan. Atau, sering dinamakan syirik.

HIKMAH GERAKAN SHALAT UNTUK KESEHATAN 


TAKBIRATUL IHRAM

Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.


RUKUK

Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.


I’TIDAL

Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.


SUJUD

Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir.

Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.


DUDUK

Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.


SALAM

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.

Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar-dalam.


PACU KECERDASAN

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak.

Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

HIKMAH PUASA UNTUK KESEHATAN


Pertama
, dari segi kesehatan, puasa akan memberikan dampak yang sangat bagus bagi kesehatan. Selama tidak berpuasa, kita mengonsumsi berbagai macam makanan yang mengandung berbagai zat yang terkadang tidak sehat bagi tubuh kita. Dengan berpuasa, tubuh kita akan mengurangi kadar negatif yang ada di dalam tubuh. Disamping itu, pada saat berpuasa kita juga dianjurkan memakan makanan yang lebih baik (bergizi) ketimbang selain di bulan puasa. Dengan demikian, pada saat puasa kita akan mengontrol makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita sesuai dengan kebutuhan.

Kedua
, puasa akan memberi kesempatan pada alat pencernaan untuk beristirahat sebentar. Selama puasa, makanan dan cairan yang masuk ke dalam tubuh dikurangi, maka secara otomatis alat pencernaan pun aktivitasnya berkurang. Kondisi ini akan mendukung pemulihan sel-sel yang terkontaminasi oleh zat-zat yang merusak tubuh. Itulah sebabnya selama puasa kita dianjurkan untuk lebih banyak minum, atau meminum-minuman yang banyak mengandung gizi.

Ketiga
, puasa dapat mengatur nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita, sehingga menghindarkan kondisi overnutrisi. Menurut ahli kesehatan, kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.

Keempat
, puasa dapat membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan berpuasa, kalori yang masuk dalam tubuh kita terbatasi, sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen sehigga akan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Kelima
, dengan berpuasa dapat menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Keenam
, manfaat lain berpuasa adalah; menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh, memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh, dan meningkatkan fungsi organ tubuh.


HIKMAH PERINTAH ZAKAT UNTUK MANUSIA 

Berikut ini manfaat ketika seseorang menjalankan kewajiban Zakat Fitrah:


Membersihkan Harta

Salah satu dari manfaat zakat fitrah adalah membersihkan pahala orang yang berpuasa dan berbagai perbuatan sia-sia dan kesalahan sehingga seorang yang berpuasa dapat meraih kesempurnaan pahala puasanya.


Membantu Orang Miskin

Memberi makan kepada orang miskin, sehinga mereka juga merasakan kegembiraan di Hari raya Sebagaimana yang dirasakan oleh orang yang lebih mampu.


Memberi Umur Panjang

Zakat Fitrah merupakan zakat diri, dimana Allah memberikan umur panjang baginya sehingga ia bertahan dengan Nikmat-Nya.


Menumbuhkan Akhlak Mulia

Manfaat zakat fitrah yang lainnya juga sebagai perwujudan keimanan kepada Allah SWT, mensyukuri nikmat-Nya menumbuhkan akhlak mulia dengan rasa kemanusiaan yang tingi, menghilangkan sifat kikir, rakus, dan materialis.


Memberikan Ketenangan

Setelah menunaikan zakat fitrah, diri kita masing-masing juga akan merasa lebih tenang, tidak ada beban, dan secara kondisi sudah merasaka tenang karena sudah menjalani tanggung jawab dan kewajiban yang ada.


Menghilangka Sifat Negatif

Ketika kita menunaikan zakat fitrah, selain warga miskin dapat terpenuhi kebutuhannya karena bantuan kita, kita yang menjalankan kewajiban ini juga akan terhindar dari bahaya kekufuran, sekaligus menghilangkan sifat iri, dengki dan hasad yang mungkin timbul dari kalangan mereka, ketika kita melihat orang kaya yang memiliki harta cukup banyak. Inilah manfaat zakar fitrah yang tidak banyak orang sadari.


Sebagai Pilar Amal Bersama

Ketika orang kaya memberikan bantuan kepada rakyat miskin yang membutuhkan seperti ini, hal ini akan menjadi sebuah pilar amal bersama, dimana antara orang-orang kaya dengan para mujahid yang seluruh waktunya digunakan untuk berjihad di Jalan Allah.


Sebagai Bentuk Jaminan Sosial

Selain sebagai pilar amal bersama, zakat juga merupakan salah satu bentuk konkret dari jaminan sosial yang disyariatkan oleh ajaran Islam, Melalui syariat zakat, kehidupan orang-orang fakir, miskin dan orang-orang yang menderita lainnya, akan terpehatikan dengan baik.
ads

Meningkatkan Rasa Syukur

Sebuah tindakan seseorang dalam menunaikan zakat fitrah disini, tentunya dia akan mengorbankan sebagian makanan pokoknya atau sebagian hartanya untuk di zakatkan, ketika ini tentunya orang tersebut mengetahui bahwa dia menjalankan zakat ini adalah termasuk bentuk rasa syukur terhadap pemberian Allah SWT.


Membiasakan Disiplin

Ketika kita membayar zakat fitrah, terutama dalam pembayaran zakat fitrah disini ada batas waktunya, hal inilah yang membuat kita secara pribadi ketika hendak menjalankan zakat fitrah harus sesuai dan tepat pada waktunya, 

HIKMAH IBADAH HAJI UNTUK UMAT ISLAM


Kepatuhan dan penyerahan kepada Allah semata.

Hikmah utama dari ibadah haji adalah sebagai bentuk Kepatuhan dan penyerahan diri kepada Allah. Ketika Allah memanggil kita, maka kita bergegas memenuhi panggilan tersebut walaupun harus menempuh perjalanan  jauh dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, meluangkan waktu yang sangat berharga dan meninggalkan keluarga dan harta benda.  Dengan demikian seorang haji akan selalu siap bila Allah memerintahkannya menjalankan tugas luhur dari Allah karena untuk memenuhi tugas yang sulitpun kita telah bersedia datang memenuhi panggilannya.
 

Meningkatkan kedisiplinan.

Selama di tanah suci, jamaah haji dibiasakan untuk disiplin melaksanakan semua ritual haji dan sholat secara berjamaah di awal waktu dengan bersemangat. Kebiasaan disiplin tersebut diharapkan dapat melekat dalam kehidupan selanjutnya. Hasan al-Bashari berkata: Bersegerah, bersegeralah, sesungguhnya itulah napasmu, jika telah dihisab niscaya ia akan terputus darimu amal ibadahmu yang dengannya kamu mendekatkan diri kepada Allah swt, semoga Allah swt memberikan rahmat-Nya kepada seseorang yang merenungkan dirinya dan menangisi dosanya, kemudian ia membaca firman Allah swt:
“karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti” (QS. Maryam: 84),
 
Apakah ada obat mujarab untuk mengobati penyakit malas dalam melaksanakan rutinitas keta’atan? kematian, ingatlah kita semua akan berangkat meninggalkan dunia ini menuju suatu negeri yang akan dibalas padanya orang-orang yang berbuat baik dan yang berbuat jahat, apabila kita menginginkan untuk terus merasakan berkah hajimu, maka ingatkanlah dirimu dengan kematian, karena sesungguhnya ia pada saat itu akan segera untuk melaksanakan amal shalih dan giat dalam beribadah kepada Allah swt. Ibnu Umar ra berkata: [Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi, dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah engkau menunggu hingga sore, ambilah kesempatan sehatmu untuk saat sakitmu, dan ambilah kesempatan hidupmu untuk saat matimu.  
 

Senantiasa Mengingat Kematian

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata: [Kematian ini menahan penduduk dunia dari kenikmatan dunia dan perhiasaannya yang mereka nikmati, sehingga tatkala mereka dalam keadaan seperti itu kematian datang menjemputnya, maka celaka dan merugilah orang yang tidak takut mati dan tidak mengingatnya di saat senang sehingga dapat memberikan kebaikan yang akan didapatinya setelah ia meninggalkan dunia dan para penghuninya].
 

Senantiasa memperbanyak berdo’a kepada Allah swt,

agar Dia selalu menetapkan kita dalam keta’atan,   meluruskan langkah dan senantiasa menjalani jalur agama-Nya yang benar. Rasulullah saw memperbanyak do’a kepada Allah swt agar menetapkannya di atas agama-Nya, Kebanyakan doa beliau adalah “Wahai Dzat Yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku berada diatas agama-Mu”
 

Motivasi peningkatan diri.

Ibadah haji akan menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki diri. Seseorang yang bergelimang dosa, sering putus asa dengan dosa-dosanya sehingga sering merasa sudah terlanjur dengan dosanya. Dengan jaminan Allah bahwa Haji akan menghapus dosa, seolah-olah kita disegarkan kembali, sehingga akan termotivasi untuk menjaga diri agar tidak membuat dosa lagi.


Menumbuhkan jiwa sabar

Kondisi yang dihadapi selama pelaksanaan ibadah haji akan menumbuhkan jiwa sabar. Dalam kondisi hampir 4 juta manusia berkumpul pada satu saat dan satu tempat maka fasilitas yang ada menjadi sangat terbatas. Setiap aktivitas membutuhkan kesabaran yang tinggi, mulai dari antri makan, ke toilet, dll.


Menumbuhkan Solidaritas dan kebersamaan.

Berkumpulnya ummat Islam dari seluruh dunia pada satu saat di satu tempat menumbuhkan jiwa solidaritas & kebersamaan. Kita akan bertemu dengan saudara Muslim dari seluruh dunia dalam kesederhanaan dan keberagaman. Kapan lagi bertemu dengan Muslim dari Kosovo, Uzbekistan, Kazakhstan, Mali, Nigeria, Bosnia Herzegovina, Turki, Kirgistan, China, India, Pakistan, Bangladesh, Afganistan. Walaupun ada perbedaan dalam tata cara ibadah, namun tidak membuat ikatan persaudaraan sesama muslim menjadi terhambat.


Menjiwai perjuangan para rasul.

Di Tanah suci kita akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah para nabi dan rasul. Dengan menyaksikan tempat-tempat tersebut dan mempelajari sepak terjang mereka maka kita akan sampai pada tahapan ainul yakin dan haqul yakin sehingga menginspirasi kita untuk belajar dari para pendahulu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s