MUHASABAH PENDIDIKAN

Hari pendidikan nasional 2 mei moment refleksi untuk kemajuan pendidikan indonesia. Sudah 70 tahun lebih indonesia merdeka dari kolonial, menjadi negara yang berhak mengelola bangsanya sendiri. Negara yang subur makmur gemah ripah loh jinawi, yang berada digaris khatulistiwa, dengan iklim dan kesuburan yang mendukung pertanian. Dalam pembagian kawasan Menurut Ibnu Khaldun, indonesia termasuk kawasan pertengahan, yang mempunyai kesempurnaan akhlak, fisik, kematangan dalam berfikir, berbudaya, mempunyai kulit yang sedang, tidak hitam juga tidak putih, mempunyai kematangan emosi dan berperadaban. Warisan peradaban dan pemberian Allah sebagai bangsa yang unggul dalam hal tertentu harus kita syukuri, mensyukurinya dengan memfungsikan kita sebagai khalifah di bumi, termasuk indonesia. Khalifah disini bukan dalam pengertian Politik tetapi yang di maksud yaitu, mengelola bumi untuk kemakmuran kemanusiaan. 

Pendidikan selalu berubah dan berkembang secara progesif. Proses pendidikan yang dilaksanakan dalam upaya mencerdaskan bangsa serta mengembangkan watak bangsa menjadi lebih bermoral, itulah yang disebut sistem pendidikan nasional. Dalam perjalanan pendidikannya, indonesia pernah melakukan perubahan dan revitalisasi dalam kurikulumnya, pada dekade 90 an menggunakan CBSA (cara belajar siswa aktif), KBK (kurikulum berbasis kompetensi),  KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan yang terbaru Kurikulum 2013 (K13). Perubahan tersebut dalam rangka penyempurnaan Sistem pendidikan Nasional kita, untuk Terwujudnya manusia indonesia seutuhnya. Pendidikan harus menjadi agen perubahan sosial, yang mampu menyatukan seluruh komponen bangsa penyangga NKRI, karena Pendidikan menjadi salah satu alat dalam usaha mengelola dan memakmurkan bangsa. 

Landasan Dasar Pendidikan Indonesia

Dalam UUD 1945, pendidikan diarahkan bagi seluruh rakyat dengan perhatian utama pada rakyat yang kurang mampu agar dapat juga mengembangkan moral yang lebih baik yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Jika ketentuan UUD 1945 dicermati maka mengikuti pendidikan adalah hak asasi bagi setiap warga Indonesia dan itu merupakan kewajiban. Menghalangi dan melarang anak Indonesia untuk bersekolah adalah perbuatan yang melanggar hukum tertinggi (UUD 1945) dan ada sanksinya. Untuk mencapai bangsa yang bermoral dan sejahtera maka diperlukan kualitas pendidikan yang baik dan sesuai. Pendidikan itu penting agar bisa meningkatkan moral dan kecerdasan bagi penerus bangsa. Bangsa yang menjadi pemimpin dan teladan adalah bangsa yang dapat memberikan kesempatan bagi warganya untuk mendapat pendidikan yang baik, karena awal dari kemajuan bangsa dilihat dari kualitas pendidikannya. Hal tersebut sesuai dengan UUD 1945 pasal 1 sampai 5.

Bagaimana pendidikan indonesia di tingkat regional maupun global? 

Menurut data UNESCO tahun 2012 pendidikan indonesia ditingkat ASEAN berada diperingkat lima (5) dari sepuluh (10) anggota, dengan nilai indeks pendidikan 0,603, dibawah (1) Singapura dengan nilai indeks pendidikan 0,768 (2) Brunei Darussalam dengan nilai indeks pendidikan 0,692 (3) Malaysia dengan nilai indeks pendidikan 0,671 (4) Thailand dengan nilai indeks pendidikan 0,608. Sedangkan di peringkat Dunia indonesia berada di nomer 108, dibawah palestina. Dari data tersebut mengisyaratkan pemerintah dan masyarakat untuk terus berbenah, melakukan penyempurnaan Sistem pendidikan menyesuaikan dengan perkembangan global. 

Mendukung Gerakan Literasi Sekolah

Gerakan literasi sekolah menjadi salah satu kunci dari peliknya masalah kualitas pendidikan, budaya membaca buku pengayaan diluar buku wajib harus di giatkan. Karena menurut data unesco tahun 2012 indeks tingkat membaca orang indonesia hanya 0,001 %, artinya dari 1000 orang indonesia hanya 1 orang yang mau membaca buku dengan serius, berbanding terbalik dengan pengguna Internet, indonesia mencapai 88,1% pada tahun 2014. Di Asean indonesia menempati urutan ke 3 terbawa bersama Laos dan Kamboja, sedangkan dari 61 negara yang diteliti, indonesia peringkat literasinya ke 2 terbawah, hanya lebih baik dari Bostwana salah satu negara afrika bagian selatan. 

Menurut data BPS tahun 2012 mengenai minat baca dan menonton anak – anak indonesia, hanya 17,66% yang minat baca. Sedangkan yang memiliki minat menonton mencapai 91,67%. 

Penerapan Literasi Sekolah

Literasi merupakan keterampilan penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik memengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi kehidupannya.

Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing bangsa dalam persaingan global. Kemampuan literasi sangat penting untuk keberhasilan individu dan negara dalam tataran ekonomi berbasis pengetahuan di percaturan global pada masa depan (Miller, 2016). Hal ini memberikan penguatan bahwa kurikulum wajib baca penting untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia
Menguatkan Kurikulum Wajib Baca 

Tujuan kurikulum wajib baca adalah sebagai berikut: a) membentuk budi pekerti luhur; b) mengembangkan rasa cinta membaca; c) merangsang tumbuhnya kegiatan membaca di luar sekolah; d) menambah pengetahuan dan pengalaman; e) meningkatkan intelektual; f ) meningkatkan kreativitas; g) meningkatkan kemampuan literasi tinggi. Adapun Sasaran kurikulum wajib baca adalah peserta didik di sekolah. Kurikulum wajib baca juga mempertimbangkan tiga tahap literasi, yakni tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Dalam ketiga tahap literasi tersebut, kurikulum wajib baca dapat terwujud dalam beberapa kegiatan. Gerakan literasi harus benar – benar membudaya, sehingga pendidik harus menjadi lokomotif dalam gerakan ini, paradigma tentang pendidik bukan lagi sebagai profesi Kerja tetapi sudah menjadi profesi kehidupan. 

Usaha – usaha dan kreativitas dalam pendidikan merupakan suatu keniscayaan, yang akan melahirkan paradigma baru pendidikan sesuai dengan tantangan global. 

Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s