MUHAMMADIYAH CRISIS CENTER CABANG BLIMBING

PROFIL

Memasuki abad kedua,  Muhammadiyah  dihadapkan pada tugas dan tantangan baru yang makin berat, bukan  hanya  makin kompleksnya perkembangan masyarakat yang menuntut berbagai penyesuaian, namun juga kemunculan banyak organisasi Islam baru yang mengharuskan Muhammadiyah memperbarui strategi dakwah dan perjuangannya. Salah satu tantangan  tersebut adalah penataan dakwah dan perjuangan di tingkat akar rumput melalui pengembangan Ranting. Secara hirarkhi keorganisasian, Ranting adalah level organisasi paling bawah, sehingga sering juga dilihat dari logika garis wewenang dimana pimpinan Ranting sekedar pihak yang menunggu dan  menjalankan perintah pimpinan yang di atasnya. Padahal sebenarnya Ranting justru memainkan peran ujung tombak dalam kinerja Persyarikatan Muhammadiyah:

  1. Ranting merupakan ujung tombak dalam rekrutmen anggota dan kaderisasi.
  2. Ujung tombak dalam menjalankan dakwah keagamaan.
  3. Ujung tombak dalam ukhuwah dengan organisasi Islam yang lain, maupun dalam perjumpaan dengan organisasi sosial yang lain.
  4. Duta Persyarikatan di masyarakat.
  5. Ujung tombak dalam membela kepentingan umat.

Muhammadiyah Crisis Center Cabang Blimbing sebuah jaringan kerja yang bertujuan untuk membantu  Ranting Muhammadiyah dilingkup Cabang Blimbing ketika dalam kondisi krisis / sulit dalam menjalankan roda persyarikatan. Muhammadiyah Crisis Center Cabang merupakan gagasan yang dipelopori oleh Majelis Kader dan Pengembangan Ranting Muhammadiyah cabang Blimbing yang mempunyai gagasan awal untuk menghidupkan dakwah muhammadiyah melalui Ranting Muhammadiyah.

Kondisi aktual menurut data Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah tentang kondisi cabang dan ranting di kabupaten sukoharjo sebagai berikut:

Berdasarkan data menyebutkan bahwa dari 12 cabang Muhamadiyah di Sukoharjo kategori aktif 70 % Kurang aktif  20 % dan Vakum 10%, sedangkan Ranting-Ranting Muhammadiyah di Sukoharjo kategori Kurang aktif  65,4 %, Aktif 16,8 % dan Vakum 16,8%.

Walaupun data yang dihimpun merupakan keseluruhan dari tingkatan ranting di kabupaten Sukoharjo, akan tetapi menjadi perhatian kita bersama bahwa hampir disetiap Cabang ada ranting yang kurang aktif bahkan vakum, tidak menutup kemungkinan Ranting-ranting dilingkup Cabang Blimbing. Indikasi itu sudah Ada dan ini yang sedang kita amati dan analisis, ketika ranting mengalami kesulitan atau hambatan untuk melakukan reorganisasi, di periode muktamar ke 47 ini ada beberapa ranting yang tidak melakukan reorganisasi layaknya organisasi normal, ranting hanya menyodorkan  nama baru tetapi tidak didahului proses musyawarah yang diikuti oleh anggotanya. Nah  inilah yang menjadi pijakan awal kami dengan gagasan bahwa Muhamamdiyah Cabang Blimbing harus punya solusi terkait dengan kaderisasi di persyarikatan, Muhammadiyah Crisis Center Cabang Blimbing berikhtiar untuk memberi solusi dari permasalahan yang dihadapi Ranting Muhammadiyah dilingkup Muhammadiyah Cabang Blimbing.

Program Muhammadiyah Crisis Center Cabang Blimbing

Program-program kami sebagai berikut:

  1. Menyerap dan inventarisir masalah

Proses penyerapan dan menginventarisir masalah merupakan langkah awal dari proses problem solving. Proses penyerapan dan  inventarisir masalah bisa didapatkan  melalui laporan dari Ranting,  baik dengan tatap muka langsung, telepon maupun surat. Pada tahap ini karena keterbatasan tenaga yang kami miliki, maka harus ada sinergi dengan personel lain baik dari majelis/lembaga maupun anggota Muhammadiyah Cabang Blimbing.

  1. Support Group

Kelompok yang terdiri dari Ranting yang mempunyai masalah sama, yang dibentuk dalam rangka memfasilitasi Ranting untuk berbagi pengalaman antar Ranting. Selain itu support group juga dimaksudkan agar Ranting tidak merasa sendiri sehingga terjadi pembelajaran dan pemberdayaan antar sesama.

  1. Kunjungan ke Ranting (Turba)

Adalah sistem yang diperuntukkan untuk memantau perkembangan setelah laporan dari ranting, Sistem ini juga sebagai bentuk perhatian Pimpinan Cabang kepada Ranting yang membutuhkan motivasi dalam menjalankan Dakwah persyarikatan.

  1. Pendampingan Ranting

Pendampingan ranting dilakukan setelah penanganan, pendampingan ini bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu misal, kunjungan personal ke pimpinan ranting atau bisa juga melalui kontak telepon (hotline 081329536524)

Demikian sedikit tentang Muhammadiyah Crisis Center Cabang Blimbing, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari ikhtiar kita dalam mengelola persyarikatan terutama Ranting. Evaluasi setiap aktivitas merupakan cara yang efektif untuk kemajuan Dakwah kita. Terima kasih.

STRUKTUR

MUHAMMADIYAH CRISIS CENTER

MAJELIS KADER DAN PENGEMBANGAN RANTING

CABANG BLIMBING

Pembina

  1. Abdullah Mudzkir, B.Sc (Ketua PCM)
  2. Qiqin Afandi (Wakil Ketua)
  3. Agus Susilo, S.Pd.I (Sekretaris PCM)

Pengurus

Ketua              : Zaenal Arifin, S.Pd.I

Sekretaris        : Kuncoro Aji, S.Si

Bendahara       : Sih Hadi, S.Pd.I

Divisi Data

  1. Zaed Affandi
  2. Heri Dwi Nugroho, SH, SH.I

Divisi Eksternal (Pendampingan)

  1. Junaidi Shofwan
  2. Junardi
  3. Daryanto
  4. Agus Budiyono
  5. Seluruh anggota Majelis Kader dan Pengembangan Ranting

Divisi Internal (Hubungan Antar Majelis/lembaga)

  1. Marlin, S.Pd
  2. Sriyanto, S.Pd
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s