PANDANGAN IBNU KHALDUN TENTANG KEKUASAAN 

Istilah “al mulk” yang terdapat dalam kitab Muqaddimah dapat diintepretasikan sebagai gambaran perenungan ibnu khaldun tentang kondisi sosial politik di negara-negara arab islam yang senantiasa dililit konflik antar elit kekuasaan. 

Kekuasaan menurut ibnu khaldun sebenarnya terbentuk melalui kemenangan suatu kelompok tertentu atas lainnya. Kekuasaan itu merupakan kedudukan menyenangkan, meliputi berbagai kesenangan materi maupun maknawi, material maupun spiritual, visible mau pun invisible sehingga untuk mendapatkannya sering kali melalui kompetisi – kompetisi menggerakkan dan sedikit orang yang mau menyerahkan nya. Karena partai sebagai mana di jelaskan diatas menjadi proses awal bagi justifikasi kekuasaan, maka partai acapkali menjadi proteksi, pembela, bahkan klaim untuk persoalan itu. 

Kompetisi kekuatan antar kelompok biasanya tidak dapat dilepaskan dari sikap-sikap arogan untuk memperoleh kekuasaan tersebut,dimana pemegang kebijaksanaan dari partai atau kelompok yang berkuasa senantiasa mencari legitimasi kemenangan dari masa dengan berbagai macam manuver siasat atas nama kelompok, profesi bahkan agama. 

Kekuasaan dan politik menurut ibnu khaldun memiliki tujuan substantial yang seharusnya diformulasikan untuk kemanusiaan, karena keduanya secara naluri berkait dengan Fitrah manusia dan pola pikirnya yang condong kepada mashalat. Dalam cukupan ini kebutuhan manusia terhadap, perlindungan, keamanan, kesejahteraan dan lain – lain, adalah termasuk bagian tanggung jawab politik dan kekuasaan. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s