PERGOLAKAN PROVINSI KARS DI TURKI DAN PENTINGNYA IDEOLOGI NEGARA (Berdasarkan novel Snow “salju”  karya Orham Pamuk) 

Tahun 1922 imperium utsmani runtuh, sebagai tanda berakhirnya kekhalifahan islam di dunia. Utsmani mempunyai prestasi gemilang saat menaklukkan konstantinopel, yang menjadi inspirasi untuk seluruh umat islam saat ini. 

Kondisi salah satu provinsi di turki yaitu provinsi kars sangat heterogen, muncul faksi – faksi membawa kepentingan masing-masing. Diantaranya ada kelompok sekularis, islamis politik, komunis dan atheis. 

Kars merupakan daerah perbatasan dengan armenia dan rusia, dan termasuk bekas jajahan rusia. Pada tahun 30 an, seorang buangan politik turki di Jerman kembali ke negaranya tepatnya ke provinsi kars untuk mengetahui proses pemilihan walikota dan mencari penyebab banyak gadis bunuh diri. 

Pemilihan walikota dan banyaknya gadis bunuh diri, dua hal yang bisa saling terkait atau hanya bagian dari skenario politik turki yang lebih besar. Peraturan pelarangan jilbab di Sekolah menjadi skenario yang di munculkan terlebih dahulu, sehingga gelombang reaksi dari siswa sangat besar. Siswa yang tidak menaati peraturan dan tetap memaksa untuk menggunakan jilbab dilarang untuk masuk sekolah. Gadis – gadis itu berpendapat bahwa menutupi kepala (berjilbab)  adalah perintah al Qur’an, sehingga mereka tidak mungkin melepaskan jilbab dari kepalanya. Lebih baik tidak sekolah dari pada harus melanggar aturan al Qur’an. Apakah ini yang menjadi sebab gadis – gadis itu melakukan bunuh diri? Atau ada sebab lain? 

Akhirnya opini pun berkembang tentang apa motif gadis – gadis bunuh diri. Dari peristiwa diatas ketika Para gadis berani bertindak dengan alasan, pada saat itulah seorang manusia sedang meneguhkan kemanusiaannya. Prinsip menjadi harga yang paling tinggi dan tak terhingga nilainya, walaupun nyawa  harus regang dari raganya. 

Kars merupakan daerah yang akan melangsungkan pemilihan walikota, dilihat dari situasi elektabilitas calon, calon dari partai islam sangat mungkin untuk terpilih, karena rakyat kars masih menginginkan politik islamis yang berkuasa. 

Beberapa hari menjelang pemilihan walikota, dalam sebuah pertunjukan teater yang diselenggarakan oleh kaum sekuler, yang mengambil tema melepaskan simbol keagamaan membuat sebagian pengunjung yang berasal dari faksi politik islamis melakukan reaksi dan protes menjurus anarkis. Pada acara pertunjukan tersebut terjadi peristiwa penembakan yang mengakibatkan 17 pengunjung tewas. Dan sebagian besar yang menjadi korban adalah pendukung politik islamis. Berawal dari peristiwa itu kemudian ada memberlakukan jam malam, penculikan, dan pembunuhan misterius. Dan akhir dari peristiwa itu adalah kudeta yang dilakukan oleh militer. Nah kudeta inilah yang sebenarnya tujuan dari peristiwa itu, kudeta bermaksud untuk menggagalkan kemenangan kaum islamis untuk memenangkan pemilihan walikota. Kudeta mengakibatkan pemilihan walikota tidak akan pernah terselenggara. 

Setelah kondisi Kars berangsur kondusif, faksi-faksi yang ada mengadakan pertemuan untuk membuat sebuah kesepakatan dan perjanjian, faksi islamis (kurdi), komunis, atheis berkumpul di hotel untuk menyepakati kesepakatan. Tetapi sebelum terjadi kesepakatan ada hal yang menjadi pembahasan cukup sengit. Ada 2 pendapat yang muncul : pertama,  Pendapat kaum islamis kurdi bahwa masalah kars harus diketahui oleh seluruh umat manusia, kedua,  pendapat kaum komunis – atheis menyatakan bahwa cukup bangsa barat yang mengetahui. Masing-masing pendapat mempunyai argumen yang kuat dan didukung oleh yang hadir pada waktu itu. 

Terlepas dari itu semua peristiwa yang terjadi di kars merupakan perjalanan sejarah yang perlu di perhatikan oleh masyarakat modern. Keyakinan atau ideologi negara merupakan kesepakatan bersama, bukan monopoli kelompok tertentu. Kalau kita melihat Indonesia, Indonesia menjadi negara yang menjadikan pancasila sebagai ideologi resmi negara yang mengakomodir semua kepentingan kelompok – kelompok, untuk meraih tujuan berbangsa dan bernegara secara bersama – sama. (zen) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s