KELEMAHAN PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM. 

Sejarah merupakan disiplin ilmu yang mempelajari peristiwa masa lampau. Peristiwa – peristiwa yang berkesan dan mempunyai makna, sehingga menjadi ibrah untuk kehidupan sekarang. Khusus mengenai pembelajaran sejarah sebagai disiplin ilmu, lebih dari sepertiga isi al Qur’an berisi tentang sejarah. Materi sejarah dalam al Qur’an merupakan peristiwa lampau yang harus menjadi pelajaran dan cermin yang bisa diambil hikmahnya. Kaum nabi luth yang homosek, kaum nabi Nuh, nabi Ibrahim dll. 

Dalam pembelajaran sejarah, baik sejarah umum maupun sejarah islam ada tiga kelemahan yang terjadi. Pertama,  kelemahan faktual, lebih dari sepertiga isi al Qur’an bercerita tentang sejarah. Gambaran dakwah nabi Muhammad yang dilakukan dengan perang, pedang, dan kekerasan dalam kitab sejarah menimbulkan kekeliruan intepretasi generasi sekarang. Jihad diartikan sebagai perang menghunus pedang dimedan tempur. Padahal kalau intepretasi  di sesuaikan dengan kondisi sosiokultural dan setting kewilayahan sejarah bisa memberi arti Jihad dengan berjuang dijalan Allah. Berjuang dijalan Allah yang di tauladankan KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, yaitu dengan berlandaskan surah al ma’un, yang pada intinya membuat suatu aktivitas bermanfaat untuk umat. Mulai dari mendirikan amal pendidikan, sosial, ekonomi dan kesehatan. Sehingga ketika berbicara sejarah bukan masalah ilmiah atau tidak ilmiah, akan tetapi sejauh mana sejarah bisa diambil hikmahnya untuk masa sekarang. 

Kedua, kelemahan representasi, maksudnya kelemahan tersebut, dalam pembelajaran sejarah yang dilihat hanya tunggal atau satu sisi saja. Misal Sejarah tokoh yang dibahas kebaikan – kebaikan manusia tanpa cela. Padahal makhluk hidup khususnya manusia tidak ada yang maksum kecuali Rasulullah Muhammad SAW. Disinilah para peminat sejarah harus tetap menjaga objektifitas dari content sejarah itu sendiri, dan buang jauh –  jauh subjektifitas penulisan sejarah. Sehingga akan terjadi kesamaan content ilmu yang jujur. 

Ketiga, kelemahan metodologi, kaitannya dengan metodologi ini, harus berhati-hati dan jeli supaya tidak salah sasaran. Pembelajaran sejarah harus di sesuaikan dengan kemampuan, daya tangkap dan daya imajinasi sebagai tolok ukur kesiapan individu untuk menerima dan nantinya mampu mengambil hikmah yang terkandung didalamnya. Sehingga tidak muncul istilah “tepat materi tp salah sasaran”. Misal,  sejarah untuk sekolah dasar tentunya berbeda dengan sejarah untuk smp dan sma, sehingga ada distribusi ilmu sesuai dengan kapasitas otak sebagai tempat berkumpulnya informasi yang pernah diterimanya. 

Tiga kelemahan ini menjadi tanggung jawab kita untuk di minimalisir, lebih – lebih dihilangkan sehingga sejarah sebagai disiplin ilmu benar-benar objektif dan bisa dipertanggung jawabkan. (zen

One thought on “KELEMAHAN PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s