MENGGALI KURIKULUM MASA KEJAYAAN ISLAM (Refleksi kejumudan dalam pendidikan islam) 

​Mencoba mengetahui model pendidikan masa kejayaan Islam abad ke 7 M sampai ke 15 M, menarik sekali. Peradaban tamaddun tinggi pada masa itu mampu melahirkan cendekiawan2 muslim yang mampu menampilkan kesempurnaan pengetahuannya. Kita sebut ada ahli fikih imam malik, imam abu hanifah, imam syafii dan imam ahmad bin hanbal yang pemikiran dan karyanya bisa kita telaah hingga kini. Ada jg al farabi (dijuluki guru kedua), ar razi, ibnu sina, al biruni, al batani, al Ghozali, maskawyh, hunayn bin ishaq  dll yang mampu mewarnai khazanah intelektual Daulah Abbasyiyah, ada ibnu khaldul, ibnu Rusyd, ibnu bajjah dll yang menghiasi keilmuan Daulah Umayah di Andalusia. Berlandaskan al qur’an dan hadits sebagai materi wajib dan dengan menghafal sebagai metode khas islam mampu memberikan stimulus terhadap pengkajian ilmu pengetahuan lainnya, terutama karya-karya dari filsuf yunani kuno. Kecerdasan yang disimpan dalam hati yang terpelihara dengan nilai keTuhanan kemudian dikirim ke otak mampu menajamkan pengetahuan para ilmuan muslim, seorang ilmuan pada masa itu bukan hanya satu keahlian yg dimiliki tetapi menjadi kumpulan keahlian pada seorang ilmuan,misal,  berawal dari filsuf islam sampai ahli kedokteran, astronomi, kimia, matematika, sejarah telah menjadi kumpulan keahlian pada seorang macam ibnu sina. Kalo kita lihat model pendidikan kekinian (baca:modern) menampilkan kurikulum canggih (katanya) yang mempunyai jalan pikiran pengembangan psikomotorik dalam belajar sebagai cara yang tertinggi ternyata belum mampu menyamai kejayaan masa lalu. Lebih-lebih pendidikan Islam yang tergerus oleh metode/kurikulum pendidikan sekuler semakin terpuruk,semakin tercabutnya akar dari segala ilmu semakin membuat kita kehilangan arah. Pendidikan dalam islam bukan hanya untuk kehidupan dunia, karena islam punya prinsip perjalanan mencari ilmu adalah bentuk kesalehan paripurna. Akhirnya secara pribadi saya mempunyai pemikiran, bagaimana kalo model kurikulum pendidikan Islam kini, kembali pada metode masa lalu, saat madrasah Nidzomiyah berdiri kokoh sebagai simbol kemajuan pendidikan Daulah Abbasyiyah di Baghdad. (Waallahu ‘alam bishowab)

One thought on “MENGGALI KURIKULUM MASA KEJAYAAN ISLAM (Refleksi kejumudan dalam pendidikan islam) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s