PERGUMULAN PEMIKIRAN KADER MUHAMMADIYAH

Seabad lalu kemanusiaan merupakan salah satu prinsip pemikiran penting dari Kyai Ahmad Dahlan. Sayang, generasi penerus Muhammadiyah seperti telah melupakan etika welas asih yang universal dan kontekstual dengan kondisi masyarakat Indonesia.

Bahkan, gagasan kemanusiaan dan kebangsaan kyai Ahmad Dahlan pernah dikhianati oleh sebagian generasi penerus yang mengaku sebagai pewaris Muhammadiyah. Mereka terjebak pada pengecilan makna gerakan perubahan yang dimotori kyai Ahmad Dahlan menjadi hanya sekedar penumpasan TBC. Mereka pun terjebak pada pengulangan atau sekedar mencontoh apa yang sudah pernah dilakukan kyai Ahmad Dahlan.

Ketika masih murni sebagai organisasi yang didasarkan atas etika welas asih, Muhammadiyah memiliki sikap yang terbuka pada modernisasi. Muhammadiyah juga menunjukkan dengan nyata kepedulian pada kaum miskin. Karenanya, meski berbasis agama, gerakan Muhammadiyah mengundang simpati banyak kalangan dari latar belakang sosio budaya.

Namun kini, mengapa gerakan reformasi kemanusiaan kyai Ahmad Dahlan, yang bersumber pada ayat – ayat al Quran dan sunah rasul, belakangan terkesan lebih terbatas pada sekedar kegiatan mencari penempatan atau posisi politik.

Muhammadiyah harus dibaca sebagai gerakan islam dengan cara kreatif, kritikal, tetapi tetap berada dalam koridor kepribadian yang telah dirumuskan. Pergumulan pemikiran kader Muhammadiyah saat ini saling berebut pengaruh di tubuh gerakan ini. Setidaknya ada dua pandangan besar, pertama, kaum konservatif yang dengan keras menolak ide dan pemikiran yang datang dari barat. Kaum konservatif yang dengan keras menolak ide dan pemikiran barat. Kedua, kaum liberal yang memandang perlu terus dilakukan penafsiran terhadap kitab suci dan sunah nabi karena penafsiran serupa juga dilakukan kyai Dahlan. Penafsiran itu menjadi landasan gerak Muhammadiyah pada masa awal perkembangannya sebagai embrio hampir semua bentuk kegiatan gerakan.

Dari semua pemikiran yang ada di Muhammadiyah boleh-boleh saja, yang terpenting setiap pemikiran itu tidak meninggalkan gagasan besar awal didirikannya Muhammadiyah yang didasari dari Qs. Surah al maun ayat 1-7. #jangan_menduakan_muhammadiyah_dengan_yang_lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s