MASA DEPAN PARTAI POLITIK

Partai politik Indonesia suram! Madesu (masa depan suram). Berapa banyak partai melahirkan kader ideologisnya?  berapa banyak kader ideologisnya dipercaya untuk berkiprah di masyarakat? Pertanyaan itu bisa kita lihat di pilkada besok. Alur kaderisasi -> kiprah di masyarakat ->membangun masyarakat baik fisik maupun non fisik belum bahkan tidak terlihat. Fenomena saat ini orientasi mendapat elektabilitas yang tinggi, dan akhirnya mereka memenangi kontes tapi partai politik lupa itulah akar yang melahirkan para kutu loncat. Paham materialis dan liberalis sudah mulai menggerogoti partai. Partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi juga sebagai alat untuk memakmurkan masyarakat jauh dari berhasil, sehingga yang terjadi sebaliknya menyengsarakan masyarakat. Figur merupakan tokoh kunci yang dipercaya oleh partai untuk mendongkrak elektabilitasnya. Tapi sayangnya Figur itu bukan dari kader partai yang memang dipersiapkan untuk kompetisi. Partai banyak meminang tokoh atau Figur dari eksternal yang di masyarakat mempunyai tingkat popularitasnya baik. Hal inilah sebenarnya membuat partai tidak mampu mencapai tujuannya yaitu menyejahterakan rakyat dengan pengabdian.

Bahkan ketika partai mengambil Figur eksternal banyak menyisakan persoalan baru, misalnya tidak harmonisnya antara calon yang diusung dan pengusung kalau sudah jadi, tidak sejalan dan tidak mampu berkomitmen dengan partai pengusung. Dan masih banyak persoalan persoalan intern yang dampaknya sampai ke masyarakat.

Dari uraian diatas bisa kita pahami bahwa partai politik harus melakukan proses kaderisasi sungguh-sungguh  yang nantinya dipersiapkan untuk mengikuti kontestasi dengan kader partai lain dalam pertarungan di semua tingkat pemilihan. Itu hal mendesak yang harus dilakukan demi bangsa dan negara Indonesia.