Quick Count, Bukan Sekedar “Quick”

Apa itu Quick Count?
Quick Count adalah kegiatan pengamatan terhadap proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS yang dipilih secara acak. Hasil Quick Count bisa dirilis 2 jam setelah TPS ditutup. Sedangkan jika menunggu hasil resmi dari KPU, bisa sampai 2 minggu hingga 1 bulan.  Cepat sekali kan? Kok bisa?
Quick Count Nasional mengamati sekitar 2000 TPS di seluruh Indonesia.  Jumlah TPS yang dipilih per daerah dibuat proporsional sesuai dengan jumlah pemilih di daerah tersebut.  Artinya, jumlah TPS yang di daerah yang jumlah pemilihnya sedikit, seperti di Papua, akan lebih sedikit dari TPS terpilih di Jawa. Kemudian TPS di masing-masing daerah dipilih secara random, agar hasil dapat dipertanggungjawabkan.
Pada hari pemungutan suara, petugas quick count akan mencatat perolehan suara. Dan setelah TPS ditutup dan suara selesai dihitung, petugas akan melaporkan perolehan suara melalui SMS. SMS petugas akan diterima melalui komputer yang dilengkapi SMS modem.  Dan dengan bantuan software tertentu, kita dapat melihat perolehan suara masing-masing calon dari waktu ke waktu.
Petugas Quick Count terdiri dari 77 koordinator yang membawahi petugas-petugas lainnya. Ke-77 koordinator tersebut telah melalui pelatihan terpusat.  Selain mendapat jaminan berupa uang transport, asuransi (bila terjadi kecelakaan), petugas tersebut juga mendapat upah, meskipun jumlahnya tidak besar🙂.
Nah, yang kita belum sadari, petugas quick count juga tidak hanya mencatat perolehan suara lho.  Petugas juga mengamati proses pemungutan suara untuk menilai kualitas dari pemungutan suara tersebut, apakah banyak terjadi kecurangan atau tidak.
Exit Poll
Nah, apa bedanya Quick Count dengan Exit Poll? Exit Poll adalah kegiatan wawancara terhadap sejumlah masyarakat yang baru saja menggunakan hak pilihnya di TPS. Pada dasarnya merupakan survei perilaku pemilih. Jadi, pada exit poll, kita mewawancarai pemilih yang baru keluar dari TPS mengenai karakteristik sosio-demografinya (umur, jenis kelamin, agama, dll.) siapa capres yang dipilihnya, partai apa yang ia pilih sebelumnya, dll. Tujuannya adalah untuk melihat preferensi pemilih. Tentunya tidak semua pemilih yang baru keluar dari TPS diwawancarai.  Kita hanya mengambil beberapa pemilih berdasarkan titik waktu tertentu untuk diwawancarai.
Mengapa hasil quick count bisa berbeda-beda?
Ada 4 syarat untuk terlaksananya Quick Count yang baik:
  • Metode. Quick Count harus dilakukan dengan metode yang benar agar hasilnya akurat.  Misalnya, sampel harus diambil secara random (acak), jumlah sampel harus memadai, dsb.  Dengan sampel 2000 TPS, margin error yang dihasilkan adalah +/- 2,2% (dengan syarat pengambilan sampelnya harus random). Lembaga survey yang hasilnya ‘lain dari yang lain’ mungkin tidak melakukan survey dengan metode yang benar, sehingga malah menimbulkan keresahan pada masyarakat.
  • Teknologi. Ya namanya juga ‘quick’ count. Kalau ingin hasilnya keluar dengan cepat, kita harus memiliki teknologi dong.  Dalam hal ini, Opinimeter merancang software yang dapat menerima  SMS dengan format tertentu yang dikirimkan petugas quick count di seluruh Indonesia.
  • Dana. Survey yang baik membutuhkan dana yang tidak sedikit.  Selain untuk transport dan upah petugas, dana juga dibutuhkan untuk biaya pelatihan, logistik, dll. Quick Count Opinimeter sendiri membutuhkan biaya sekitar Rp 1,2 M.  Jumlah tersebut, menurut Bang Zulfahmi, termasuk sedikit jika dibandingkan dengan beberapa lembaga survey lain.
  • Manajemen Relawan. Sebuah survey yang metodenya sesuai, teknologinya canggih, dananya besar, namun tidak mampu me-manage relawannya akan menjadi sia-sia.  Percuma kan, kalau pada hari-H sang relawan tidak berangkat ke TPS sampel hanya karena malas? Oleh karena itu, manajemen relawan menjadi hal yang penting.
Lalu, Mengapa Quick Count Penting?
Quick Count penting untuk mengurangi potensi manipulasi suara.  Selain itu, hasil quick coun yang cepat keluar juga menyebabkan masyarakat tidak perlu resah menunggu lama hasil resmi dari KPU.
Sekarang kita tahu bahwa quick count bukan hanya sekedar menyajikan estimasi hasil pemilu dengan cepat.  Quick Count juga mencakup pengawalan atas proses demokrasi yang terjadi di Indonesia🙂.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s