KELUARGA CINTA LINGKUNGAN

– “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi, sesudah perbaikannya dan berdoalah kepada-Nya dalam keadaan takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah dekat kepada al-muhsinin” (QS al-A’raf (7): 56).

Kepedulian terhadap lingkungan adalah kewajiban tiap umat. Tak perlu lewat hal-hal yang besar, namun kepedulian tersebut dapat ditunjukkan mulai dari hal-hal yang sederhana di dalam keluarga sendiri. Selain mudah untuk diaplikasikan, si kecil pun akan terbiasa memiliki gaya hidup yang peduli pada lingkungan seperti yang Anda terapkan di rumah.

Hal-hal sederhana yang dapat dilakukan dapat berpatokan pada 5 R atau Reduce, Reuse, Recycle, Refuse, dan Repair. Apa sajakah itu?

Reduce → yaitu mengurangi penggunaan bahan-bahan yang berpotensi merusak lingkungan, atau mengurangi pemborosan yang tidak perlu, di antaranya:

  1. Kurangi keinginan untuk membeli barang-barang yang tidak diperlukan atau pembelian tanpa dasar kebutuhan yang mendesak. Semua barang yang diproduksi membutuhkan banyak sekali energi, dan bila barang itu cepat rusak atau lalu dibuang, berapa banyak sampah dan energi yang terbuang dari barang tersebut? Jadi kembangkan hidup hemat pangkal hijau.
  2. Memilih barang dalam botol isi ulang atau kemasan isi ulang.
  3. Menghemat pemakaian listrik, misalnya dengan menggunakan fasilitas timer pada penggunaan AC, pemanas air, dan sebagainya.
  4. Hindari keran air yang mengalir terus ketika tidak digunakan. Misalnya saat menggosok gigi atau sedang menyabuni tubuh sebaiknya keran air dimatikan. Namun yang terbaik ketika sedang menyikat gigi adalah dengan menggunakan cangkir atau gelas untuk berkumur.

Reuse → yaitu menggunakan kembali barang yang tidak terpakai, di antaranya:

  1. Memberikan pakaian, buku, atau barang-barang yang tidak terpakai ke orang yang membutuhkan untuk digunakan kembali.
  2. Gunakan air bekas mencuci beras, sayur, atau buah untuk menyiram tanaman.

Recycle → yaitu mendaur-ulang barang yang tidak dapat dipakai kembali menjadi bahan baku lain, di antaranya:

  1. Memodifikasi pakaian dengan sedikit sentuhan kreatif untuk dapat dikenakan kembali dengan gaya yang berbeda.
  2. Melakukan pemilahan sampah, untuk kemudian didaur-ulang. Misalnya dengan mendaur-ulang sampah menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk bagi taman yang dimiliki di rumah.
  3. Jika kreatif, maka sampah anorganik, seperti kaleng, botol plastik, dan sebagainya dapat diolah kembali menjadi benda-benda sederhana. Kreasikan hal ini bersama si kecil untuk membuatnya menjadi lebih kreatif.
  4. Pastikan adanya sumur resapan (biopori) di halaman rumah sebagai tempat mendaur ulang air bagi kebutuhan rumah tangga.

Refuse → yaitu menolak membeli barang yang hanya akan berakhir sebagai sampah atau dapat merusak lingkungan, di antaranya:

  1. Menolak menerima pembagian leaflet/ brosur jika tidak membutuhkan sama sekali, karena dapat bertumpuk menjadi sampah.
  2. Menolak pemakaian kantong plastik dengan membawa tas belanja sendiri.
  3. Tidak memakai obat nyamuk untuk menghindarkan gigitan nyamuk, namun menggunakan cara lain, seperti raket nyamuk, kelambu, menanam tanaman anti- nyamuk, dan sebagainya.

Repair → yaitu memperbaiki barang untuk dapat digunakan kembali, di antaranya:

  1. Mencoba menggunakan kembali perabot atau barang lain yang sudah tua atau rusak dengan memperbaiki dan mengganti bagian yang sudah tua atau rusak.
  2. Menggunakan komputer tua dengan meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan saja

(Artikel ini diambil dari http://www.detiknews.com/read/2010/08/27/keluarga-cinta-lingkungan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s